Bantah Tambang Jadi Penyebab Bencana di Sumatra, Gus Ulil: Zero Mining Itu Goblok
JAKARTA, sustainlifetoday.com – Isu keberlanjutan sektor tambang kembali menjadi sorotan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana ini tidak hanya menelan ribuan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur publik dan memicu kembali perdebatan mengenai jejak ekologis industri ekstraktif.
Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat sipil yang mendorong penghentian total aktivitas pertambangan sebagai solusi krisis lingkungan, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla, atau Gus Ulil, menyampaikan pandangan berseberangan.
Gus Ulil menolak wacana zero mining, atau penghentian penuh kegiatan pertambangan di Indonesia. Ia menilai gagasan tersebut tidak realistis dan justru mengabaikan ketergantungan masyarakat modern terhadap produk tambang.
“Tidak bisa menerima aktivitas penambangan sama sekali, zero mining. Itu menurut saya pandangan yang tidak tepat,” kata Gus Ulil dalam pernyataannya yang beredar di media sosial, Kamis (4/12).
Menurutnya, hampir seluruh aspek kehidupan saat ini tidak dapat dilepaskan dari hasil industri ekstraktif—mulai dari ponsel hingga sumber energi yang digunakan sehari-hari.
Baca Juga:
- ESG Initiative Awards 2025 Resmi Digelar, Dorong Transformasi Keberlanjutan di Dunia Usaha Indonesia
- BNPB Update Data Korban Banjir Bandang dan Longsor Sumatra: 744 Meninggal, 551 Hilang
- ECOTON: Mikroplastik dari Sampah Pakaian Cemari Sungai dan Ganggu Ekosistem
“Saya kira kita semua menikmati produk tambang. HP sampean ini kalau nggak ada tambang ya nggak bisa. Energi listrik yang dipakai untuk bekerja, membaca, dan media semua itu butuh energi, dan itu dari tambang,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai konsep zero mining adalah cara pandang yang keliru. Alih-alih meniadakan tambang, solusi yang tepat adalah memastikan pengelolaan sektor tersebut diatur dengan regulasi yang ketat dan berperspektif keberlanjutan.
“Kalau ada orang yang berpandangan zero mining, bagi saya itu goblok. Zero mining sama sekali nggak ada penambangan. Pandangan yang tepat adalah ok mining, tapi diatur dengan regulasi yang benar,” pungkasnya.
