Toyota dan Rekosistem Bangun Waste Station untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Jakarta
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Toyota Astra Motor (TAM) memperkuat komitmennya dalam mendukung target net zero emission Indonesia melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Bersama Rekosistem, Toyota menghadirkan Waste Station Balai Kota DKI Jakarta sebagai fasilitas pengumpulan sampah anorganik sekaligus pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Waste Station tersebut dirancang sebagai Sustainability Living Lab yang tidak hanya berfungsi sebagai titik pengumpulan sampah anorganik yang dapat didaur ulang, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dan penerapan ekonomi sirkular.
Melalui fasilitas ini, masyarakat diharapkan memahami bahwa sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Inisiatif ini juga mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, termasuk mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga.
BACA JUGA
- BP Tapera dan GoTo Hadirkan KPR DP 0 Persen bagi Mitra Driver Gojek
- Sistem Pendingin Kabut Jadi Andalan China Redam Panas Ekstrem di Perkotaan
- Empat Pelaku Penyembelihan Tapir Viral di Mesuji Ditangkap Polisi
Dengan potensi sekitar 10.000 pengunjung setiap hari di kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Waste Station diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
“Toyota percaya bahwa upaya menjaga lingkungan perlu dilakukan bersama, melainkan membutuhkan kolaborasi bersama antara pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat,” ujar Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily dikutip pada Senin (6/7).
“Karena itu, kehadiran Waste Station Balai Kota DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi model edukasi dan pengelolaan sampah yang mudah diakses masyarakat, serta dapat terus dikembangkan agar memberikan dampak positif yang lebih luas bagi Jakarta dan Indonesia,” lanjutnya.
