Tesla Rilis Model EV Termurah, Namun Masih Dianggap Mahal
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Tesla resmi meluncurkan varian termurah dari dua model andalannya, Model Y dan Model 3, di Amerika Serikat. Langkah ini disebut sebagai strategi untuk menjangkau konsumen baru di tengah meningkatnya tekanan dari produsen mobil listrik murah asal Tiongkok.
Model Y versi termurah dibanderol US$39.990 (Rp663 jutaan), sementara Model 3 dijual US$36.990 (Rp613 jutaan). Namun, langkah ini tidak lepas dari kritik.
“Saya tidak yakin ini cukup,” kata Shawn Campbell, penasihat di Camelthorn Investments mengutip Reuters, Kamis (9/10).
“Dalam jangka panjang, langkah ini tidak menyelesaikan masalah utama, tekanan dari produsen mobil listrik murah asal China. Menurut saya, Tesla membutuhkan mobil listrik di bawah 30.000 dolar,” katanya lagi.
Peluncuran model baru ini justru diikuti penurunan saham Tesla sebesar 4,5 persen. Analis Wedbush sekaligus pendukung Tesla, Dan Ives, bahkan menyebut dirinya kecewa karena harga varian baru ini hanya lebih murah sekitar US$5 ribu dibanding versi di atasnya.
Kedua model baru yang dilabeli “Standard” ini juga masih lebih mahal dibanding harga model Tesla termurah pada September lalu, ketika insentif pajak kendaraan listrik masih berlaku.
Baca Juga:
- SRN PPI Diperkuat, Indonesia Siap Percepat Perdagangan Karbon Global
- DPR Desak Pemerintah Percepat Realisasi Teknologi Waste-to-Energy
- MPR: Target Ekonomi 8 Persen Harus Sejalan dengan Transisi Energi Bersih
CEO sekaligus pendiri Tesla, Elon Musk, sebelumnya menegaskan pentingnya menghadirkan mobil listrik dengan harga di bawah US$30 ribu untuk memperluas pasar. Namun, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
Langkah ini dilakukan Tesla untuk mengatasi penurunan penjualan di tengah meningkatnya persaingan di Eropa dan China, sekaligus merespons hilangnya insentif pajak kendaraan listrik US$7.500 di AS.
Menurut data Carnewsasia, penjualan total BYD mencapai 1,61 juta unit pada Januari–September 2025, sementara Tesla hanya 1,22 juta unit, atau tertinggal 388 ribu unit.
Musk sebelumnya sempat menjanjikan mobil listrik seharga US$25 ribu, namun rencana itu dibatalkan tahun lalu. Sebagai gantinya, Tesla kini menghadirkan versi lebih murah dari model yang sudah ada.
“Ini lebih merupakan strategi harga, bukan inovasi produk. Saya tidak melihat ini akan membuka permintaan baru dalam skala besar,” ujar Shay Boloor, Kepala Strategi Pasar di lembaga riset Futurum Equities.
Varian terbaru ini menawarkan jarak tempuh 321 mil (sekitar 516 km), namun dengan performa akselerasi yang lebih lambat dibanding varian Premium. Tesla juga mengurangi ukuran baterai di kedua model, serta menghapus fitur Autosteer, layar sentuh belakang, pemanas kursi penumpang belakang, dan lampu LED lightbar pada Model Y versi murah.
Keduanya menggunakan kaca spion manual dan jok berbahan kain, dengan opsi kulit sintetis (vegan leather) untuk Model 3. Model Y dan Model 3 versi Standar sudah bisa dipesan mulai sekarang, dengan pengiriman dijadwalkan antara Desember 2025 hingga Januari 2026.
