Program Makan Bergizi Gratis Diperluas untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
Jakarta, sustainlifetoday.com — Pemerintah berencana memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Penyediaan menu MBG untuk kelompok rentan tersebut akan dilayani melalui dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa sasaran lansia dan penyandang disabilitas akan ditentukan berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Sosial (Kemensos). Program ini dirancang untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus pemenuhan gizi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Gus Ipul mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk mematangkan rencana tersebut.
“Semalam saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Jadi ini sedang dalam pembicaraan,” katanya dikutip, Rabu (4/2).
Data calon penerima manfaat lansia dan penyandang disabilitas dihimpun Kemensos melalui pemerintah daerah. Proses penetapan penerima dilakukan melalui tahapan asesmen sebelum dilanjutkan ke tingkat pusat.
“Jadi setelah kita lakukan asesmen, lalu kita akan serahkan ke kepala daerah untuk ditandatangani, baru kemudian kita serahkan ke BGN untuk dilayani,” ujar Gus Ipul.
BACA JUGA:
- Ingatkan Para Pelaku Usaha, Menteri LH: Abaikan Lingkungan, Ongkos Bencananya Sangat Mahal
- PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Tembus Rp1.700 Triliun Sejak 2020
- Pasar Karbon Indonesia Siap Jalan Juli 2026, Hashim Sebut “Game Changer” Ekonomi Hijau
Selain penyediaan makanan, program ini juga akan diperkuat dengan kehadiran caregiver atau pengasuh yang mendapatkan pelatihan secara bertahap. Kehadiran caregiver dinilai penting untuk memastikan distribusi dan pendampingan berjalan optimal.
“Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu, tapi sebelum mereka misalnya belum selesai mengikuti pelatihan, ya kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim (MBG) ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Gus Ipul menekankan bahwa pelaksanaan program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas tetap berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional. Sementara itu, Kemensos berperan dalam penyediaan petugas lapangan dan sistem distribusi.
“Jadi anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat,” katanya.
Mengacu pada data dari situs resmi BGN, jumlah dapur SPPG saat ini mencapai 22.138 unit yang tersebar di berbagai wilayah. Dapur-dapur tersebut selama ini melayani program MBG untuk siswa sekolah, serta di sejumlah lokasi juga menyediakan menu bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Perluasan sasaran MBG ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan gizi nasional yang lebih inklusif, dengan memastikan kelompok lansia dan penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam akses pangan bergizi.
