Presiden Prabowo Resmikan Ekspor Perdana Baterai Listrik dan Groundbreaking Hilirisasi Nikel Weda Bay
Jakarta, sustainlifetoday.com – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi memimpin prosesi groundbreaking serta komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel, sekaligus melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dari Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis (8/10/2026).
Langkah ini menandai tonggak sejarah baru dalam penguatan posisi Indonesia di rantai pasok global komponen kendaraan ramah lingkungan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirahmannirahim pada hari ini saya Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan empat proyek industri yang memasuki tahap komersial,” kata Prabowo.
Dalam sambutannya, Kepala Negara mengaitkan keberhasilan penetrasi rantai nilai baterai ini sebagai strategi fundamental untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional di masa depan.
“Strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo.
BACA JUGA
- Otoritas Finlandia Hentikan Sementara Proyek Pembangunan Data Center Google
- Menjelang COP31 Turki, Indonesia Desak Negara Global Wujudkan Aksi Iklim Konkret
- WALHI Jawa Barat Apresiasi Keterbukaan EIGER Nature dalam Pelestarian Lingkungan
Prabowo turut mengapresiasi landasan kebijakan yang telah dibangun oleh kepemimpinan periode sebelumnya, yang dinilainya konsisten mendorong transformasi industri pengolahan sumber daya alam dari sekadar ekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Kita menghormati pemerintah terdahulu, pemimpin-pemimpin sebelum saya mimpin yang telah berani mengambil langkah-langkah pembangunan seperti ini,” ucap dia.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke Maluku Utara ini, antara lain Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
