WALHI Jawa Barat Apresiasi Keterbukaan EIGER Nature dalam Pelestarian Lingkungan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas keterbukaan publik serta komitmen EIGER Nature dalam menjalankan upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan. Pernyataan tersebut disampaikan usai WALHI Jawa Barat meninjau langsung perkembangan kawasan dan menindaklanjuti berbagai masukan, pandangan, serta kritik yang pernah dilayangkan sebelumnya.
Kunjungan lapangan tersebut dikemas dalam forum dialog bersama tim internal dan jajaran pakar EIGER Nature, akademisi, serta insan media. Turut hadir tim pakar EIGER Nature, yaitu Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. (pakar botani dan konservasi tumbuhan), Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. (pakar konservasi satwa liar), serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. (pakar pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah).
Selain berdialog, peninjauan ditujukan untuk memverifikasi kelengkapan administrasi legalitas. WALHI Jawa Barat mengonfirmasi bahwa seluruh perizinan dan dokumen lingkungan yang dipersyaratkan telah dipenuhi secara transparan. Hal ini mencakup seluruh proses pengembangan EIGER Nature yang berjalan sejak 2018, meliputi izin tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, hingga persetujuan bangunan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menggarisbawahi sikap responsif EIGER Nature dalam mengakomodasi masukan dari elemen masyarakat sipil.
“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Wahyudin Iwang.
Iwang menjelaskan bahwa peninjauan ini membuktikan adanya tindak lanjut konkret di lapangan atas rekomendasi perbaikan lingkungan yang diajukan sebelumnya.
“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” lanjutnya.
BACA JUGA
- Hashim: Indonesia Tak Akan ‘Bunuh Diri’ Ekonomi dengan Tutup Industri Batu Bara
- Pakar UGM Sebut Banjir Bandang Sumatra Dipicu Bendungan Alami dan Kerusakan DAS Hulu
- Investasi Transisi Energi Global Tembus US$2,3 Triliun, Kadin Indonesia Siapkan 5 Strategi Prioritas
Iwang menambahkan, keterbukaan informasi dan pelibatan multidisiplin ilmu menjadi fondasi utama dalam membangun pengetahuan bersama mengenai tata kelola kawasan berbasis alam.
“Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujarnya.
Kendati memberikan masukan positif, WALHI Jawa Barat mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup merupakan komitmen berkelanjutan jangka panjang yang harus dijaga konsistensinya.
“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.
“Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa perusahaan mengadopsi pendekatan kolaborasi Pentahelix guna memastikan evaluasi berkala terhadap daya dukung lingkungan kawasan.
“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel Wirajaya.
Imanuel menutup dengan menekankan bahwa transparansi serta masukan ilmiah dari para ahli merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan.
“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.

Tabebuya Bermekaran Hiasi Sudut Jakarta, Ruang Terbuka Hijau Tawarkan Nuansa Musim Semi – SustainLife Today
8 Oktober 2026 @ 3:55 pm
[…] WALHI Jawa Barat Apresiasi Keterbukaan EIGER Nature dalam Pelestarian Lingkungan […]