Perubahan Iklim Ancam Produksi Kopi Indonesia, Agroforestri Bisa Jadi Solusi
Jakarta, sustainlifetoday.com – Perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi masa depan industri kopi Indonesia. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani di tingkat produksi, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketahanan ekonomi daerah penghasil kopi serta keberlanjutan rantai pasok komoditas unggulan nasional tersebut.
Lead Coalition for Sustainable Livelihood (CSL) Edward Manihuruk mengatakan bahwa dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan oleh para petani kopi di berbagai wilayah.
“Dibutuhkan berbagai solusi yang tidak hanya menjaga produktivitas kopi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan lingkungan,” kata Edward dalam webinar Menjaga Kopi di Tengah Krisis Iklim, Rabu (24/6).
Ancaman tersebut diperkuat oleh berbagai hasil penelitian. Salah satunya studi yang dipublikasikan dalam jurnal Regional Environmental Change yang memproyeksikan bahwa perubahan iklim dapat mengurangi hingga sekitar 90 persen area yang saat ini cocok untuk budidaya kopi Arabika di Aceh dan Sumatra Utara pada 2050.
Proyeksi ini menjadi perhatian mengingat Indonesia merupakan salah satu pemain utama dalam industri kopi global. Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat, Indonesia saat ini menempati posisi sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia.
BACA JUGA
- Pemerintah Garap Film Sekolah Rakyat, Soroti Akses Pendidikan bagi Anak Miskin
- Gaikindo: Penjualan Mobil Listrik Naik 80 Persen, Segmen LCGC Melemah
- Indonesia Bidik Dana Internasional US$260 Juta untuk Konservasi Laut
Pada musim panen 2024/2025, produksi kopi nasional mencapai 10,7 juta karung atau sekitar 642 juta kilogram. Sementara itu, data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai ekspor kopi dan produk turunannya mencapai US$2,68 miliar pada periode Januari-Oktober 2025, meningkat 46,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah meningkatnya risiko iklim, sistem agroforestri kopi dinilai menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan ketahanan ekosistem.
Agroforestri merupakan sistem budidaya yang mengombinasikan tanaman kopi dengan berbagai jenis pohon naungan. Selain membantu menjaga kondisi mikroklimat kebun, pendekatan ini juga dapat mendukung konservasi tanah, menjaga ketersediaan air, serta meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan perkebunan.
Direktur Eksekutif Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Ade Aryani, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan industri kopi Indonesia di tengah perubahan iklim.
“Mulai dari tata kelola dan perencanaan wilayah yang mendukung lanskap kopi, penguatan kapasitas dan insentif bagi petani, hingga komitmen sektor swasta mendorong produksi dan rantai pasok berkelanjutan,” kata Ade.
Menurutnya, upaya menjaga keberlanjutan sektor kopi tidak dapat dilakukan oleh petani saja. Dukungan pemerintah, sektor swasta, lembaga pendamping, hingga konsumen menjadi faktor penting untuk memastikan komoditas kopi Indonesia tetap mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus menjaga daya saing di pasar global.
