Pemerintah Garap Film Sekolah Rakyat, Soroti Akses Pendidikan bagi Anak Miskin
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemerintah bersama platform Penjaga Harapan tengah mempersiapkan film bertema Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas pemahaman publik mengenai akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Film berdurasi sekitar 25 menit tersebut dirancang sebagai media penyampaian nilai dan pesan program kepada masyarakat.
Mengambil latar wilayah Cariu dan sekitarnya, film ini mengisahkan transformasi kehidupan seorang anak yang memperoleh kesempatan keluar dari kondisi miskin ekstrem melalui program Sekolah Rakyat.
Dengan mengusung pesan “dari gelap menuju terang”, film tersebut menyoroti harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi dan zonasi, penguatan karakter dan keterampilan, hingga dukungan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut dan berharap film yang dihasilkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan,” kata Agus dikutip pada Rabu (24/6).
Menurut Agus, Kementerian Sosial siap memberikan dukungan yang dibutuhkan selama proses produksi, termasuk akses lokasi, data, serta koordinasi dengan berbagai unit terkait.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu instrumen negara untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan mendorong mobilitas sosial.
BACA JUGA
- SUSTAIN: Diversifikasi Energi Jadi Kunci Cegah Pemadaman Listrik Massal
- Outlook Ketenagakerjaan 2026 Soroti Peluang Green Jobs dan Tantangannya
- Surveyor Indonesia, UMN, dan KABL Luncurkan Program Pemberdayaan dan Konservasi Pesisir
“Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan,” ujarnya.
Dalam audiensi yang dihadiri sejumlah pegiat perfilman dan perwakilan Penjaga Harapan, Koordinator Konten Penjaga Harapan Doni Adhitia mengatakan film ini merupakan bentuk kolaborasi untuk membawa pesan program ke ruang publik dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat.
“Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Ini bukan sekadar cerita, tapi upaya menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” ujar Doni.
Direktur Utama Penjaga Harapan Wildanshah menilai pendekatan kreatif melalui film dapat menjadi jembatan komunikasi antara program pemerintah dan masyarakat luas.
“Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Substansi program tetap milik negara, dan pendekatan kreatif seperti ini menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan,” katanya.
Selain film utama, tim juga akan menyiapkan trailer berdurasi sekitar 30 detik yang akan didistribusikan melalui berbagai kanal publik, termasuk videotron. Produksi direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset dan konsultasi bersama Kementerian Sosial serta komunitas perfilman.
Melalui film ini, pemerintah berharap pemahaman publik mengenai pentingnya pendidikan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan dapat semakin meningkat, sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
