Presiden Prabowo: Ekonomi Hijau Harus Ciptakan Nilai Tambah dan Manfaat Bagi Rakyat
Jakarta, sustainlifetoday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen terus mendorong pengembangan ekonomi hijau sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Salah satu langkah konkret yang telah direalisasikan adalah penerapan sistem registrasi unit karbon terintegrasi serta pengoperasian bursa nilai ekonomi karbon yang mengadopsi standar internasional.
Pernyataan strategis tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
“Saudara-saudara sekalian, kita juga menggerakkan ekonomi hijau. Sistem registrasi unit karbon untuk pertama kali kita berlakukan di Indonesia,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, langkah mendirikan dan menjalankan bursa karbon nasional berbasis standar global menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem perdagangan karbon di dalam negeri.
“Dan bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia,” ujarnya.
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia dianugerahi modal ekologis yang luar biasa melalui keberadaan kawasan hutan yang sangat luas. Upaya menjaga kelestarian hutan lindung serta menekan laju emisi karbon secara konsisten tidak hanya menjadi kontribusi Indonesia bagi iklim global, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang menjanjikan.
“Hutan yang kita jaga, hutan lindung, semua hutan. Artinya emisi karbon kita kurangi,” katanya.
BACA JUGA
- Emisi NOx Indonesia Melonjak 50 Persen Akibat Ekspansi PLTU Captive dan Nikel
- BRIN Dorong Pemanfaatan 3.000 Spesies Tanaman Pangan Lokal Nusantara
- Pertamina Foundation Resmikan Pasar Energi Berdikari Berbasis PLTS di Kepandean Serang
Pengurangan emisi tersebut membuka jalan bagi Indonesia untuk mengomersialkan kredit karbon melalui skema perdagangan internasional berbasis kinerja (performance-based payment).
“Dan untuk itu bangsa-bangsa yang keluarkan emisi yang besar dia bersedia bayar kita,” ujar Prabowo.
Kendati memiliki potensi ekonomi yang besar, Prabowo menekankan bahwa agenda transisi hijau dan perdagangan karbon tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian target lingkungan di atas kertas semata. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh instrumen kebijakan keberlanjutan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
“Inilah Saudara-saudara ekonomi hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita,” tegasnya.
Presiden menegaskan kembali prinsip utama pembangunan ekonomi nasional, di mana keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring demi menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
“Kita bangun tapi harus menciptakan nilai tambah bagi rakyat kita,” tutur Prabowo.
