Pertamina Merger Tiga Anak Usahanya, Percepat Sistem Energi yang Terintegrasi
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Pertamina (Persero) melakukan konsolidasi bisnis hilir dengan menggabungkan tiga anak usahanya, yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) ke dalam satu subholding downstream. Dalam penggabungan ini, PPN ditetapkan sebagai entitas penerima merger.
Langkah integrasi tersebut menandai upaya strategis Pertamina dalam membangun sistem energi nasional yang lebih efisien, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Dengan menyatukan fungsi pengolahan, distribusi, logistik, hingga pemasaran, Pertamina berupaya memperkuat ketahanan pasokan energi di tengah tantangan geopolitik global dan tuntutan transisi energi.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa konsolidasi ini ditujukan untuk meningkatkan kelincahan dan daya saing perusahaan nasional di sektor energi.
“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon dalam keterangan, Kamis (5/2).
Melalui subholding downstream, Pertamina menargetkan transformasi bisnis yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan energi bagi masyarakat. Perusahaan memastikan proses penggabungan ini tidak akan mengganggu pelayanan publik, hubungan dengan mitra bisnis, maupun keberlanjutan kerja para pekerja.
Sebaliknya, integrasi lintas lini ini diharapkan memperkuat kolaborasi internal sehingga pasokan energi menjadi lebih andal, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan nasional. Upaya ini juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan, yakni meminimalkan pemborosan operasional dan mengoptimalkan rantai pasok energi.
BACA JUGA:
- Alokasikan APBN Rp2 Triliun untuk Way Kambas, Hashim: Prabowo Tidak Omon-omon Soal Konservasi
- Pramono Siap Ikuti Arahan Prabowo Soal Gentengisasi, Atap Seng akan Dilarang
- Program Makan Bergizi Gratis Diperluas untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan bahwa integrasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda swasembada energi nasional.
“Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi. Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global,” jelas Baron.
Penyatuan ketiga entitas tersebut diharapkan membentuk ekosistem bisnis hilir yang berkesinambungan, mulai dari proses pengolahan bahan bakar di kilang, distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia, hingga pemasaran produk yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan rantai pasok hilir yang terintegrasi, Pertamina menargetkan pemenuhan empat pilar ketahanan energi nasional, yakni ketersediaan (availability), keterjangkauan akses (accessibility), kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan (acceptability), serta harga yang kompetitif (affordability).
Lebih jauh, konsolidasi ini juga diproyeksikan mempercepat agenda transisi energi melalui pengembangan portofolio bahan bakar rendah karbon sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang Pertamina.
