Menteri LH: Seluruh Sungai di Jabodetabek Tercemar, Biodiversity Hilang!
Jakarta, sustainlifetoday.com — Kawasan aglomerasi Jabodetabek kini menghadapi kondisi lingkungan yang kian mengkhawatirkan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, menyuarakan keprihatinannya terhadap situasi tersebut, terutama pada aspek kualitas udara dan pencemaran air yang terus memburuk.
Dalam sambutannya di Indonesia Climate Change Forum (ICCF) 2025, kerja sama antara KLH dan MPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (21/10), Hanif mengungkapkan fakta bahwa hampir tidak ada sungai yang bersih di wilayah Jabodetabek.
“13 sungai besar di Jabodetabek ini, di Jakarta ini, semuanya pada posisi tercemar sedang sampai berat,” kata Hanif.
Kondisi tersebut, lanjut Hanif, telah berdampak langsung pada hilangnya keanekaragaman hayati (biodiversity) di kawasan perkotaan terbesar di Indonesia ini.
“Jakarta, Jabodetabek sudah lost, hilang semua biodiversity ini,” ujarnya.
Baca Juga:
- 5 Satwa Indonesia Terancam Punah, Guru Besar UGM: Kolaborasi Jadi Kunci Penyelamatan
- Temuan Mikroplastik di Air Hujan, Menteri LH: Bukti Buruknya Pengelolaan Sampah
- Selamatkan Badak Jawa, Menhut: Pemerintah Siapkan Teknologi Bayi Tabung
Hanif menilai, diperlukan langkah-langkah korektif yang masif dan kolektif untuk membalikkan kerusakan lingkungan yang sudah terjadi.
Menurutnya, keberhasilan pemulihan lingkungan sangat bergantung pada keseriusan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengambil tindakan nyata.
“Ini yang kemudian memanggil kita untuk melakukan langkah-langkah korektif yang sangat masif untuk membalikkan keadaan ini. Apakah kita terlambat? Maka jawabannya tergantung pada diri kita sendiri,” pungkasnya.
