Jakarta Tunjukkan Komitmen Nyata Keberlanjutan Global
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kota Jakarta kembali menegaskan perannya sebagai pelaku utama dalam agenda keberlanjutan global. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka pertemuan Urban Climate Action Programme (UCAP) – Climate Action Implementation (CAI) Regional Convening 2025 di Hotel Ayana Midplaza, Rabu (23/7).
Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi bagi puluhan kota dunia yang tergabung dalam C40, jaringan global kota-kota besar yang berkomitmen menangani krisis iklim. Sejak 2018, Jakarta telah menjadi bagian dari 35 kota yang difasilitasi oleh C40 dan didukung Pemerintah Inggris untuk menyusun dan menerapkan kebijakan iklim terukur.
Dalam sambutannya, Pramono berbagi refleksi dari lawatannya ke New York, termasuk pertemuannya dengan Wali Kota New York dan jajaran C40. Ia menyoroti perubahan positif yang mulai terlihat di Jakarta, terutama dalam hal pengendalian kemacetan dan adopsi transportasi berkelanjutan.
“Jakarta dulu masuk 20 besar kota termacet di dunia. Sekarang turun ke peringkat 90 menurut survei TomTom. Ini bukti bahwa kebijakan kita mulai berdampak,” ujarnya.
Salah satu kebijakan yang berkontribusi signifikan adalah program “Rabu Naik Transportasi Umum”, di mana seluruh ASN DKI diwajibkan menggunakan angkutan publik setiap hari Rabu.
Baca Juga:
- Gawat! Harga Pangan Terus Melonjak Akibat Krisis Iklim
- Howell Expo 2025 Sukses Padukan Pameran, Aktivitas, dan Edukasi Gaya Hidup Sehat
- Cemari Udara, KLH Segel Tungku Baja di Tangerang
Selain soal mobilitas, Jakarta juga menatap masa depan dengan lebih ambisius di sektor bangunan. Pramono mengumumkan rencana penyusunan Jakarta Green Building Regulation, yang menargetkan efisiensi energi dan air sebesar 100% untuk bangunan baru dan 50% untuk bangunan eksisting di tahun 2030. Regulasi ini diproyeksikan dapat menghindari emisi karbon hingga 10,6 juta ton CO2 per tahun.
Langkah dekarbonisasi lainnya adalah rencana pembangunan waste-to-energy plant (pembangkit listrik tenaga sampah), yang telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Jakarta sedang menuju model kota yang tak hanya modern, tapi juga rendah karbon dan berketahanan iklim,” kata Pramono.
Dengan dukungan internasional dan komitmen kuat dari pemangku kepentingan lokal, Jakarta memperlihatkan bahwa aksi iklim urban bukan sekadar wacana, tapi bagian dari strategi pembangunan kota masa depan.
