BMKG: Beberapa Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Tiga Hari ke Depan
Jakarta, sustainlifetoday.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam tiga hari ke depan. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir, longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan peningkatan curah hujan dipengaruhi oleh masih aktifnya siklon tropis IGGY yang terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa. Meski diprediksi bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sistem ini tetap memberi dampak tidak langsung terhadap cuaca nasional.
“Dalam beberapa hari ke depan sistem ini diperkirakan dapat mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI (Daerah Istimewa) Yogyakarta,” ujar Andri dalam keterangannya, Senin (5/1).
Selain itu, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara yang memicu perlambatan dan pertemuan angin. Pola ini memanjang dari Sulawesi Tengah menuju Kalimantan Utara serta dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara, yang berpotensi mendukung pembentukan awan hujan.
Kondisi atmosfer serupa juga teridentifikasi di Perairan Barat Aceh serta kawasan Samudera Hindia barat daya Bengkulu hingga Selat Sunda bagian selatan.
“Kondisi-kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan, khususnya di sekitar wilayah yang dipengaruhi bibit siklon dan sirkulasi siklonik,” tutur dia.
Baca Juga:
- Dibayangi Krisis Iklim, Panas Ekstrem Jadi Tantangan Nyata di Piala Dunia 2026
- Meski Dilarang, Plastik Sekali Pakai Masih Merajalela di Eropa
- Anggota DPR RI Sebut Laut Penghasil Oksigen Terbesar Dunia, Ini Kenyataanya!
BMKG mencatat suhu muka laut yang relatif hangat turut memperkaya suplai uap air di sejumlah wilayah perairan, seperti Pesisir Barat Aceh, Selat Malaka, perairan selatan Kepulauan Natuna, perairan timur Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, perairan utara Jawa bagian barat, Teluk Cenderawasih, hingga Samudera Pasifik utara Papua. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan curah hujan di daratan.
Dalam periode yang sama, sejumlah fenomena atmosfer global juga masih aktif, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator. Fenomena tersebut terpantau memengaruhi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua bagian barat.
“Fenomena-fenomena ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak,” ucap Andri.
Secara regional, BMKG juga memperkirakan penguatan fenomena seruakan udara dingin atau cold surge dari Asia dalam beberapa hari ke depan. Hingga Kamis (8/1), kondisi cuaca Indonesia secara umum diprediksi didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan.
Namun demikian, BMKG mengingatkan adanya sejumlah wilayah yang perlu mewaspadai hujan dengan intensitas sedang, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Bali. Potensi serupa juga terjadi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta wilayah Papua.
Selain hujan lebat, BMKG memperkirakan gelombang laut setinggi 2,5 hingga empat meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, serta Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, sekaligus mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
“BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG melalui berbagai kanal informasi,” papar Andri.
