Belgia Resmi Akui Palestina, Dorong Solusi di Tengah Krisis Kemanusiaan
Jakarta, sustainlifetoday.com — Belgia resmi menyatakan akan mengakui negara Palestina dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September ini. Keputusan tersebut mengikuti langkah sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, hingga Inggris yang lebih dulu menyatakan dukungan terhadap pengakuan Palestina.
Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, menegaskan keputusan ini berangkat dari kondisi kemanusiaan yang kian memburuk di Palestina, khususnya Jalur Gaza.
“Belgia akan mengakui Palestina di Majelis Umum PBB! Dan sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pemerintah Israel,” tulis Prevot dalam akun X, Selasa (2/9).
Prevot merinci, Belgia akan menjatuhkan 12 sanksi terhadap Israel, di antaranya larangan impor, peninjauan ulang kebijakan pengadaan dengan perusahaan Israel, pembatasan bantuan konsuler bagi warga Belgia di permukiman ilegal, hingga pencantuman dua menteri ekstremis Israel dan sejumlah pemukim sebagai persona non grata.
Baca Juga:
- Atas Diskresi Polri, Jasa Marga Tutup Tol Dalam Kota Disepanjang Titik Demo
- Polri: Situasi Jakarta Kondusif Pasca Rentetan Demo
- Perkuat Dukungan Berkelanjutan, Grab Pastikan Mitra Tak Pernah Sendiri
Belgia juga akan mendorong penangguhan kerja sama Israel di tingkat Uni Eropa, termasuk penghentian Perjanjian Asosiasi, program penelitian, dan kerja sama teknis.
Namun, sikap tegas itu tidak hanya ditujukan pada Israel. Prevot menegaskan bahwa beberapa pemimpin Hamas juga akan dimasukkan dalam daftar persona non grata, sembari menolak kemungkinan Hamas kembali memerintah Palestina.
Menurut Prevot, langkah Belgia merupakan bagian dari inisiatif bersama Prancis dan Arab Saudi untuk menjaga prospek solusi dua negara serta menegaskan penolakan terhadap ekspansi Israel.
“Belgia akan mengakui Palestina dalam inisiatif bersama antara Prancis dan Arab Saudi. Ini merupakan sinyal politik dan diplomatik yang kuat untuk menjaga prospek solusi dua negara dan untuk menyoroti kecaman terhadap ambisi ekspansionis Israel,” ujarnya.
Keputusan Belgia muncul di tengah krisis kemanusiaan yang makin parah di Gaza. Sejak Oktober 2023, agresi Israel telah menewaskan lebih dari 63.500 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak.
Laporan terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC) pada 22 Agustus menyebut lebih dari 500 ribu warga Gaza kini menghadapi kelaparan akut, dengan 132 ribu anak di bawah lima tahun berisiko kekurangan gizi parah. Dari jumlah tersebut, lebih dari 43 ribu anak diperkirakan menghadapi kondisi yang mengancam jiwa dalam beberapa bulan ke depan.
