Atasi Polusi Sektor Transportasi, WRI Indonesia Dorong Sanur Jadi Kawasan Rendah Emisi
Jakarta, sustainlifetoday.com – World Resources Institute (WRI) Indonesia menilai kawasan Sanur di Kota Denpasar memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan zona rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ). Inisiatif ini digagas untuk menekan lonjakan polusi udara dan emisi gas rumah kaca yang didominasi oleh mobilitas transportasi darat di Bali.
Transport Decarbonisation Project Lead WRI Indonesia, Haiqal Rizaldi, menyampaikan bahwa implementasi konsep kawasan rendah emisi menjadi prioritas mendesak mengingat dominasi penggunaan kendaraan pribadi di Pulau Dewata terus meningkat setiap tahun.
“Sanur menjadi salah satu kawasan yang telah memulai proses tersebut (menerapkan rendah emisi),” ucap Haiqal dalam Workshop Pekan Iklim di Denpasar, Rabu (7/10/2026).
Merujuk data lembaga mitra Pemprov Bali tersebut, populasi kendaraan di Bali pada 2024 telah menembus angka 5,2 juta unit dengan laju pertumbuhan rata-rata 5 persen atau bertambah sekitar 250 ribu unit per tahun. Lanskap transportasi jalanan Bali didominasi oleh sepeda motor (62 persen) dan mobil pribadi (33 persen), sementara transportasi umum dan moda non-motorisasi masing-masing hanya menyumbang 1 persen.
Ketergantungan tinggi pada kendaraan pribadi berbasis fosil tersebut menyebabkan sektor transportasi menyumbang hingga 41 persen dari total emisi Provinsi Bali pada 2024. Di sisi lain, jangkauan angkutan umum perkotaan, seperti Trans Metro Dewata, Trans Sarbagita, dan Shuttle Intaran, baru melayani sekitar 10 persen wilayah perkotaan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan).
“Transportasi umum itu diperlukan untuk menurunkan emisi sektor transportasi di Bali yang berkisar 40 persen,” ujarnya.
Guna mengatasi ketimpangan moda tersebut, WRI Indonesia memperkenalkan Bali Low Emission Zone Initiative, yakni pendekatan terpadu yang memadukan dekarbonisasi transportasi dengan tata ruang yang berorientasi pada kenyamanan pejalan kaki.
“Ini memang intervensi kawasan berbasis transportasi dan tata ruang yang berorientasi pada manusia,” kata Haiqal.
BACA JUGA
- Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU, DPR Pisahkan Aturan Buruh dari Cipta Kerja
- Capai Swasembada Beras, Pemerintah Hentikan Pembukaan Kawasan Hutan untuk Cetak Sawah
- Investasi Transisi Energi Global Tembus US$2,3 Triliun, Kadin Indonesia Siapkan 5 Strategi Prioritas
Selain Sanur, identifikasi WRI Indonesia sejak 2023 mencatat sejumlah destinasi potensial lain untuk penerapan LEZ, meliputi Kuta, Nusa Dua, dan Nusa Penida. Strategi ini menggunakan metode sandboxing, yakni menguji dan memvalidasi efektivitas intervensi di satu lokasi sebelum direplikasi secara lebih luas.
“Sandboxing itu menguji dulu apakah strategi di satu tempat ini bisa terbukti secara efektif menurunkan emisi atau meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya sebelum diperluas ke tempat lain,” ujarnya.
Landasan hukum penerapan LEZ di Sanur telah diperkuat melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Denpasar pada 2025. Hasilnya kini mulai terlihat melalui pelebaran jalur pedestrian yang inklusif serta rekayasa lalu lintas untuk memperlambat laju kendaraan bermotor.
“Dan tadi karena ruang untuk mobilnya dipersempit, mobil di daerah sana jadi jalannya pelan, begitu,” sambungnya.
Menjawab tantangan terkait potensi penurunan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang selama ini menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), WRI Indonesia menegaskan bahwa LEZ dirancang untuk menyediakan keberagaman moda transportasi bersih.
Sebagai alternatif pendanaan keberlanjutan, Pemprov Bali diusulkan dapat mengoptimalkan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) serta skema pemanfaatan nilai tanah (land value capture). Evaluasi keberhasilan LEZ di Sanur akan diukur secara berkala berdasarkan variabel indeks kualitas udara (AQI) dan penurunan faktor emisi.
Apabila efektivitas di Sanur terbukti, WRI Indonesia menyiapkan rencana perluasan LEZ ke kawasan cagar budaya Jalan Gajah Mada Denpasar serta kawasan koridor Kuta.
“Zona rendah emisi ini bukan sebagai tujuan, ini adalah strategi, strategi untuk bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sana,” tutur Haiqal.
