Investasi Transisi Energi Global Tembus US$2,3 Triliun, Kadin Indonesia Siapkan 5 Strategi Prioritas
Jakarta, sustainlifetoday.com – Nilai investasi global untuk transisi energi membukukan rekor baru sebesar US$2,3 triliun pada 2025 di tengah eskalasi ketidakpastian geopolitik. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai tren pertumbuhan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menjaring arus modal asing serta mengakselerasi agenda dekarbonisasi nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, memaparkan bahwa sektor transportasi terbarukan (electrified transport) menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan belanja modal global. Sektor ini menyerap dana hampir US900 miliar pada 2025, melonjak signifikan dari posisi US741 miliar pada tahun sebelumnya.
“Peningkatan investasi ini menunjukkan agenda transisi energi tetap berjalan meskipun dunia menghadapi berbagai tantangan geopolitik,” kata Anindya dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF) di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Anindya menggarisbawahi bahwa tren adopsi teknologi bersih tersebut telah tereskalasi di dalam negeri, ditandai dengan penjualan kendaraan listrik (electric vehicle) yang melonjak hampir dua kali lipat dalam kurun satu tahun terakhir.
Kadin Indonesia mengidentifikasi total potensi ekonomi dari agenda pencapaian Net Zero Emissions (NZE) Indonesia mencapai US$3,8 triliun hingga tahun 2050. Untuk merealisasikan potensi raksasa tersebut, keterlibatan aktif sektor swasta sangat krusial dalam memperkuat empat pilar utama: iklim, permodalan, pasar karbon, dan pengembangan keterampilan (skills).
BACA JUGA
- Prihatin Soal Karhutla di Indonesia, Leonardo DiCaprio Soroti Emisi dan Habitat Orangutan
- Raih ‘Rights Issue’ Rp3 Triliun, VKTR Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Komersial
- Dukung ‘Green Port’ Tanjung Priok, Kemenhub dan Pelindo Gelar Uji Emisi Armada Logistik
Guna mengonversi potensi ekonomi hijau menjadi investasi konkret, Kadin menetapkan lima pilar strategi prioritas akselerasi aksi iklim nasional:
- Mempercepat transisi energi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
- Memperluas pasar karbon yang berintegritas tinggi.
- Mendampingi korporasi Indonesia dalam peta jalan menuju net zero.
- Memajukan ekonomi sirkular dan pengelolaan waste-to-energy.
- Mendorong tata kelola kehutanan berkelanjutan (sustainable forestry).
“Keempat, memajukan ekonomi sirkular dan waste-to-energy. Kemudian, terakhir, kami juga akan terus mendorong kehutanan yang berkelanjutan [sustainable forestry],” kata Anindya.
Melalui konsistensi pelaksanaan lima pilar tersebut, Kadin optimistis Indonesia mampu memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis rendah karbon.
