Tak Hanya Beton, Giant Sea Wall Pantura Akan Pakai Mangrove
JAKARTA, sustainlifetoday.com – Pemerintah memastikan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa tidak hanya mengandalkan konstruksi beton. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pendekatan berbasis alam, termasuk penanaman mangrove, akan menjadi bagian penting dari desain tanggul.
AHY mengatakan pemerintah saat ini masih menyempurnakan blueprint Giant Sea Wall bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa yang dipimpin Laksamana (Madya TNI Purn) Didit. Ia menegaskan bahwa kajian yang dilakukan bersifat komprehensif karena proyek ini merupakan infrastruktur raksasa dengan kebutuhan pendanaan yang besar.
“Karena untuk menyempurnakan blueprint Giant Sea Wall itu membutuhkan proses dan juga penelitian yang komprehensif,” kata AHY seusai memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/11).
Pendekatan berbasis alam atau nature-based solutions dinilai penting untuk memperkuat perlindungan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem. Menurut AHY, tidak semua wilayah membutuhkan beton tinggi, sehingga penggunaan mangrove maupun rekayasa hijau lainnya bisa menjadi solusi yang lebih sesuai dan ramah lingkungan.
AHY menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan konsep hybrid sea wall, yaitu kombinasi antara struktur fisik dan solusi alami sesuai karakteristik kerawanan di masing-masing daerah.
“Jangan dibayangkan semuanya akan menjadi beton. Nanti ada bagian-bagian paling parah, tidak bisa digunakan solusi lain, tentu kita akan membangun beton yang tinggi. Tetapi yang lainnya masih bisa menggunakan pendekatan lain, hybrid sea wall,” jelas.
Proyek ini melibatkan sedikitnya 17 kementerian dan lembaga, serta memerlukan harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kabupaten dan kota. AHY menekankan bahwa skema pendanaan belum dapat dipublikasikan karena masih dalam pembahasan.
“Pada prinsipnya kita akan mengombinasikan berbagai pendekatan. Jadi pembangunan tanggul pantai tanggul laut, termasuk juga solusi yang lebih alami, termasuk menggunakan mangrove dan lain sebagainya, akan menjadi bagian dari konsep yang terintegrasi dan komprehensif,” tegas AHY.
Pemerintah sebelumnya membentuk Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa pada Agustus 2025 untuk mengawal pembangunan Giant Sea Wall sebagai solusi permanen mengatasi banjir rob dan penurunan tanah yang selama ini menghantui kawasan pesisir Pantura Jawa.
