Muhammadiyah Luncurkan Pesantren Eco-Saintek untuk Integrasi Agama, Sains, dan Ekologi
Jakarta, sustainlifetoday.com — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah, sebuah model pesantren modern yang menggabungkan pendidikan agama, sains teknologi, dan kesadaran ekologis. Peluncuran tersebut dilakukan bertepatan dengan Konsolidasi Pimpinan Nasional Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandung.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya lembaga pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman, terutama di tengah kritik terkait pengelolaan pesantren.
“Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah harus dikelola secara baik dan menjadi role model pengembangan pesantren masa depan,” kata Haedar dilansir, Selasa (18/11).
Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah dirancang sebagai lembaga setingkat SMA dengan sistem pendidikan terpadu yang menggabungkan pendalaman agama Islam, penguatan sains teknologi, dan pembentukan karakter ekologis.
Ketua Dewan Pakar Pesantren sekaligus inisiator program, Hilman Latief, menyebut kehadiran pesantren ini sebagai inovasi dalam pendidikan Islam modern. “Santri bukan hanya mengenal sains dan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan pemahaman keislaman yang berkemajuan,” tutur Hilman.
Baca Juga:
- Turki Siap Gelar COP31 Secara Mandiri Jika Kesepakatan dengan Australia Gagal
- Serahkan NAP dan SNDC, PBB Puji Komitmen Iklim Indonesia
- Hashim Djojohadikusumo Masuk Dewan Penasihat METI, Dorong Akselerasi EBT
Melalui pesantren baru tersebut, Muhammadiyah menegaskan komitmen untuk melahirkan generasi yang beriman kuat, berakhlak mulia, menguasai sains teknologi, kritis, berdaya saing global, serta memiliki kepemimpinan dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pesantren yang dibangun di atas lahan seluas 3 hektare di Rancamaya, Kota Bogor—merupakan pengembangan dari Pesantren Kilat Al-Hikmah—telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah akan mulai menerima peserta didik baru untuk tahun ajaran 2026/2027.
