Hutama Karya Mantapkan Langkah Hijau Lewat Roadmap ESG 2025–2030
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Hutama Karya (Persero) memperkuat langkahnya menuju masa depan infrastruktur berkelanjutan dengan meluncurkan Roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG). Peta jalan ini menjadi panduan strategis bagi perusahaan dalam mewujudkan tata kelola yang lebih bertanggung jawab dan selaras dengan agenda nasional menuju Net Zero Emission 2060 serta Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Menurut EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, implementasi roadmap ini telah dimulai sejak akhir 2024 dan akan dijalankan secara bertahap hingga 2030. Pada fase awal, perusahaan berfokus pada penguatan sistem, kebijakan, dan budaya kerja agar penerapan ESG berjalan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya ingin memenuhi komitmen, tetapi menjadikan ESG sebagai DNA organisasi. ESG Roadmap ini menjadi kompas transformasi jangka panjang agar Hutama Karya tumbuh berkelanjutan, berdampak bagi masyarakat, dan sejalan dengan agenda nasional,” jelas Adjib dalam keterangannya, Selasa (21/10).
Hutama Karya mengawali implementasi ESG dari aspek tata kelola perusahaan dengan menyusun kebijakan menyeluruh di tiga pilar utama: lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kebijakan ini kemudian diintegrasikan ke dalam Key Performance Indicators (KPI) dan Standard Operating Procedure (SOP) proyek.
Tahap berikutnya meliputi sertifikasi dan audit, pengembangan dashboard ESG terintegrasi, serta verifikasi eksternal untuk menjaga transparansi. Perusahaan juga menyiapkan diri mengikuti penilaian rating ESG guna memastikan kredibilitas praktik keberlanjutan.
Baca Juga:
- Optimisme Energi Bersih, MPR Nilai Kebijakan Prabowo Pro-Lingkungan
- Temuan Mikroplastik di Air Hujan, Menteri LH: Bukti Buruknya Pengelolaan Sampah
- Selamatkan Badak Jawa, Menhut: Pemerintah Siapkan Teknologi Bayi Tabung
Dari sisi sosial, Adjib menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja dan pembelajaran berkelanjutan bagi karyawan dan pekerja lapangan. Pelatihan dilakukan secara praktis melalui simulasi risiko nyata serta materi yang mudah diterapkan di lapangan.
Untuk melibatkan masyarakat, Hutama Karya menggunakan kanal nasional SP4N LAPOR! sebagai saluran pengaduan publik dan secara rutin melakukan pemetaan sosial bersama pemerintah daerah serta komunitas lokal.
“Tim proyek juga rutin melakukan pemetaan sosial dan evaluasi manfaat program bersama pemerintah daerah serta komunitas lokal guna memastikan tidak terjadi kesenjangan sosial atau ekonomi di sekitar proyek,” ujarnya.
Implementasi ESG juga diterapkan dalam hal-hal sederhana seperti pemilahan limbah, penghematan energi di kantor lapangan, serta pengendalian drainase untuk menjaga kualitas udara dan air. Infrastruktur yang dibangun di dekat habitat satwa pun didesain dengan mempertimbangkan koridor alami pergerakan hewan.
Selain itu, di area publik seperti rest area, perusahaan turut mengembangkan ruang hijau, mendukung bank sampah, dan membuka peluang bagi UMKM lokal sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Roadmap ESG Hutama Karya dibangun dalam fase progresif hingga 2030, dengan target menjadi perusahaan infrastruktur nasional yang menjadi rujukan dalam praktik keberlanjutan.
“Keberhasilan program ini terletak pada konsistensi implementasi, keterbukaan terhadap evaluasi eksternal, dan komitmen untuk terus belajar serta berbenah,” tutur Adjib Al Hakim.
