Pemprov DKI Optimalkan TPS 3R Guna Tekan Volume Sampah ke Bantargebang
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengoptimalkan pemanfaatan Tempat Pengolahan Sampah berkonsep reduce, reuse, dan recycle (TPS 3R). Strategi ini diterapkan sebagai solusi transisi untuk mengurangi beban volume sampah harian yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, mengingat neraca sampah Jakarta saat ini telah menembus angka 9.000 ton per hari.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa optimalisasi fasilitas pengolahan sampah di hulu ini sangat krusial dalam menekan timbulan limbah kota.
“Pemanfaatan TPS 3R secara maksimal. Kalau itu bisa dilakukan, maka mengurangi cukup signifikan jumlah sampah yang harus dikirim ke Bantargebang sampai menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Kamis (30/7).
Secara kalkulasi, setiap fasilitas TPS 3R diproyeksikan mampu mengurangi pengiriman sampah ke TPST Bantargebang antara 25 hingga 50 ton setiap harinya. Salah satu fasilitas percontohan yang kini mulai dioptimalkan melalui skema kerja sama dengan pihak swasta berlokasi di kawasan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Fasilitas tersebut menampung sekitar 50 ton sampah per hari yang berasal dari permukiman warga setempat serta sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka). Sampah-sampah ini kemudian dipilah untuk memisahkan residu dengan material Bahan Bakar Alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
BACA JUGA
- Indonesia Ajak Negara ASEAN Perkuat Konservasi Mangrove
- Walhi Peringatkan Ancaman Karhutla Akibat Kerusakan Gambut dan Kuatnya El Nino
- Pesawat Listrik Terbesar Dunia Siap Mengudara Demi Wujudkan Aviasi Ramah Lingkungan
Tercatat sekitar 20 hingga 30 persen dari total timbulan sampah berhasil dikonversi menjadi RDF. Material energi turunan ini selanjutnya dicampur dengan organik kompos dan didistribusikan ke pabrik semen sebagai energi alternatif pendukung industri sirkular.
“RDF yang kapasitasnya bisa sampai dengan 150 ton. Walaupun sekarang ini satu shift-nya baru 30 ton. Saya sudah meminta dikoordinasikan untuk bisa bekerja dua shift minimum. Kalau tiga shift akan menjadi lebih baik,” kata Pramono.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengungkapkan bahwa Jakarta sejatinya telah memiliki fasilitas TPS 3R di 31 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah. Kendati demikian, operasionalnya belum seluruhnya dimanfaatkan secara maksimal.
Kolaborasi strategis dengan sektor swasta dinilai menjadi langkah konkret untuk merevitalisasi dan meningkatkan kapasitas puluhan fasilitas tersebut.
“Model seperti di Menteng Atas ini yang akan kita lakukan, sehingga desain yang kapasitasnya bisa mencapai 100 ton itu yang kami coba optimalkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga,” kata dia.
