Kemenag Luncurkan Aplikasi AMAN, Dorong Ekosistem Pendidikan Bebas Kekerasan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Aplikasi Manajemen Aduan Anti Kekerasan (AMAN) sebagai platform pengaduan dugaan kekerasan fisik, seksual, maupun digital. Inisiatif ini menjadi langkah konkret penguatan tata kelola perlindungan anak dan pemenuhan hak sosial di ekosistem pendidikan keagamaan.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, memaparkan bahwa fasilitas digital ini merupakan implementasi strategis dari Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA).
“Melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak, kami ingin memastikan setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan,” kata Thobib, Senin (20/7).
Platform yang dapat diakses publik melalui situs aman.kemenag.go.id ini membuka ruang pelaporan bagi santri, siswa, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat luas.
Kemenag menjamin setiap aduan diproses secara profesional dengan memprioritaskan keamanan korban, menjaga kerahasiaan identitas pelapor, serta mematuhi prosedur hukum yang berlaku.
Selain menyediakan infrastruktur aduan digital, Kemenag turut membenahi kebijakan institusional untuk mencegah kekerasan berulang.
BACA JUGA
- DPR Minta Sektor Swasta dan Pemerintah Daerah Bersinergi Tekan Risiko Karhutla
- Viral Wisatawan China Buang Sampah Sembarangan di Pulau Padar, Ini Aturan Hukumnya
- Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Kemenhut akan Rekrut 23 Ribu Polisi Hutan
Intervensi kebijakan ini mencakup pengetatan regulasi, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, penciptaan iklim belajar ramah anak, serta standar penanganan kasus yang berpusat pada rehabilitasi korban.
Guna memutus rantai normalisasi kekerasan di ruang akademik, Thobib mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pengawasan.
“Satu laporan dapat menyelamatkan banyak anak. Karena itu, jangan ragu memanfaatkan kanal pengaduan apabila mengetahui atau mengalami dugaan kekerasan. Bersama-sama kita wujudkan ruang belajar yang aman, penuh kasih, dan melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak, dan bermartabat,” ujarnya.
