Maybank Marathon 2026 Perkuat Agenda Dekarbonisasi dan Inklusi Sosial di Bali
Jakarta, sustainlifetoday.com – Maybank Marathon 2026 melakukan transformasi agenda penyelenggaraan, bergeser dari sekadar ajang olahraga menjadi platform strategis bagi pemberdayaan ekonomi, inklusi sosial, dan mitigasi emisi di Bali.
Langkah ini diwujudkan melalui perhelatan Maybank Marathon Sustainability Day 2026 yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari komunitas desa hingga penyandang disabilitas.
Program ini berlangsung selama dua hari pada 21–22 Agustus 2026, tepat sebelum puncak perlombaan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa yang digelar pada Minggu (23/8) di Bali United Training Center, Gianyar.
Salah satu fokus utama kegiatan hari pertama dipusatkan di Piduh Charity Café, Gianyar, yang merupakan pusat pemberdayaan serta pelatihan keterampilan bagi anak-anak dan pemuda berkebutuhan khusus di bawah naungan Yayasan Widya Guna. Program tersebut menjadi bagian dari gerakan “Meningkatkan Jejak Hijau” yang mencakup edukasi keuangan, pemberdayaan masyarakat, inklusivitas sosial, hingga dekarbonisasi lingkungan sebagai langkah nyata perseroan menuju netralitas karbon pada tahun 2030.
Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia, Budhi Dyah Sitawati, menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari pertumbuhan bisnis Maybank Indonesia dengan memposisikan manusia, komunitas, dan lingkungan sebagai fokus utama. Menurutnya, Maybank Marathon dirancang untuk memberikan dampak yang melampaui sekadar catatan waktu, yakni mendorong ekonomi daerah, memperkuat literasi keuangan, hingga mendukung inklusivitas.
“Maybank Marathon bukan sekadar mengejar catatan waktu di garis finish, tetapi menghadirkan perjalanan yang nyaman, inspiratif, dan penuh makna,” ujarnya dalam siaran pers dikutip Sabtu (22/8).
Senada dengan hal tersebut, Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra menilai Sustainability Day yang diiringi program literasi keuangan serta aksi lingkungan membuktikan bahwa ajang olahraga internasional dapat bersinergi dengan kesejahteraan masyarakat.
“Maybank Marathon tidak hanya mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata Gianyar, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan,” tuturnya.
Strategi keberlanjutan Maybank Marathon dijalankan melalui tiga pilar, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi.
Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menjelaskan bahwa pilar pendidikan berfokus pada literasi keuangan bagi ribuan siswa dan guru di Gianyar.
BACA JUGA
- Wujud Gotong Royong, Pertamina dan Mitra Salurkan Rp500 Juta untuk Bantuan Gempa NTT
- WRI Indonesia Dorong Penguatan Sistem MRV untuk Tekan Emisi Metana Sektor Persampahan
- Akui Kualitas Udara Jakarta Buruk, Gubernur Pramono Sentil PLTU Batu Bara
Pilar pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui kategori Wheelchair, program Run for Charity, dan dukungan terhadap pusat pelatihan kemandirian. Sementara pilar lingkungan mencakup penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, serta inisiatif pengurangan emisi lainnya.
“Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030,” kata Maria.
Program dekarbonisasi ini juga diperluas hingga ke tingkat desa melalui kolaborasi dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia dalam program Desa Sanding Bebas Emisi.
Pendampingan ini difokuskan pada pemetaan emisi mandiri dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Kepala Desa Sanding, Kompyang Ambarayusa, menyebut inisiatif ini membuktikan bahwa aksi iklim dapat dipimpin dari tingkat desa.
“Kami bangga Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali yang membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari tingkat desa,” ungkapnya.
Dari sisi inklusivitas, Maybank Indonesia memperkuat kemitraan dengan Yayasan Widya Guna dalam upaya perlindungan dan pelatihan bagi penyandang disabilitas.
Co-Founder Yayasan Widya Guna, Ketut Satya, menyatakan dukungan Maybank Marathon melalui Piduh Charity Café memberikan suntikan semangat bagi para anak dan pemuda di yayasannya.
“Kemitraan ini mewujudkan prinsip keberlanjutan untuk membangun masa depan yang inklusif di mana tidak ada satu orang pun yang ditinggalkan [leave no one behind],” pungkasnya.
