Menko Airlangga: Ekspor Listrik Bersih ke Singapura Belum Dimulai Tahun Ini
Jakarta, sustainlifetoday.com – Rencana ekspor listrik bersih Indonesia ke Singapura dipastikan belum dapat direalisasikan pada tahun ini. Pemerintah masih memerlukan waktu untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur transmisi yang menjadi syarat utama penyaluran listrik lintas negara tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembangunan jaringan transmisi diperkirakan membutuhkan waktu antara satu hingga satu setengah tahun sebelum dapat beroperasi secara penuh.
“Tidak (bisa terlaksana tahun ini). Membangun fasilitas transmisi listrik setidaknya membutuhkan waktu 1 – 1,5 tahun untuk diimplementasikan,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut Airlangga, pemerintah saat ini masih melakukan evaluasi teknis terkait rencana ekspor listrik bersih tersebut bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan implementasi kerja sama yang telah disepakati kedua negara.
“Saya pikir untuk hal ini kami masih mengevaluasi aspek teknisnya dengan Menteri ESDM. Harapannya, saat pertemuan pemimpin nanti kita bisa memfinalisasi implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani tahun lalu,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan industri hijau di Batam, Bintan, dan Karimun telah mendekati tahap akhir. Kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem energi bersih yang akan mendukung rencana ekspor listrik ke Singapura.
BACA JUGA
- Reklamasi Tambang Jadi Pilar Keberlanjutan, MIND ID Perkuat Pemulihan Ekosistem
- KKP dan Konservasi Indonesia Perkuat Pendanaan untuk Ekonomi Biru
- Pemprov DKI akan Libatkan Pelajar dalam Gerakan Pilah Sampah
Setelah pengembangan kawasan industri selesai, pemerintah akan melanjutkan pembangunan infrastruktur transmisi di wilayah Kepulauan Riau sebagai bagian dari persiapan konektivitas energi lintas negara.
“Dan ini saya lagi memperjelas. Kalau (kawasan industri) itu sudah selesai, maka saya pikir ini salah satu kemajuan dalam persiapan (ekspor listrik ke Singapura),” ujarnya.
Rencana ekspor listrik bersih ke Singapura menjadi salah satu agenda strategis dalam pengembangan energi terbarukan nasional. Selain membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penyelesaian infrastruktur transmisi dan aspek teknis lainnya tetap menjadi prioritas sebelum implementasi ekspor listrik dapat dilakukan secara komersial.
