Integrasi SMS-ESG Jadi Kunci PLN Pimpin Transisi Energi Terbarukan di Indonesia
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT PLN (Persero) terus menyatakan komitmennya dalam memimpin transisi energi ramah lingkungan. VP K3 DIVISI HSSE PT PLN (Persero), Redi Zusanto menyatakan PLN memikul tanggung jawab besar dalam transisi ini.
“Dalam memimpin transisi menuju energi terbarukan, PLN tidak hanya berfokus pada pencapaian target bauran EBT sebesar 17 hingga 19 persen pada tahun 2025, tetapi juga memastikan operasional yang aman dan andal,” ujar Redi Zusanto dalam paparannya pada Diskusi Nasional Online yang diadakan oleh Institut Teknologi Balongan (ITPB), Rabu (22/7).
“Oleh karena itu, kami membangun Sistem Manajemen Keselamatan Ketenagalistrikan (SMK2) yang terintegrasi di seluruh rantai pasok, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pemanfaatan oleh konsumen,” tambah Redi.
Sebagai wujud standardisasi internal untuk memperkuat budaya keselamatan, PLN juga telah menerbitkan Standar PLN (SPLN) SMK2 No U2.008: 2024 yang berlaku efektif sejak 30 April 2024.
Sinergi antara pengelolaan keselamatan operasional dan pelestarian lingkungan hidup ini turut membuahkan apresiasi di tingkat global. Terkait performa keberlanjutan perusahaan, Redi menegaskan bahwa strategi manajemen risiko dan keselamatan PLN telah diakui di kancah internasional.
“Langkah proaktif kami yang melampaui standar minimal regulasi telah membuahkan hasil yang signifikan. Saat ini, PLN berhasil menjadi perusahaan listrik dengan ESG Risk Rating terendah di ASEAN berdasarkan penilaian lembaga Sustainalytics, yakni berada pada level Low Risk dengan skor 30,3,” papar Redi.
Dari aspek sosial yang merupakan salah satu pilar utama ESG, PLN terus menggencarkan program elektrifikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna mencapai keadilan energi.
“Pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan hingga ke pelosok Nusantara adalah wujud nyata upaya kami menuju keadilan sosial dan kemandirian energi. Dengan melistriki 1.956 desa sepanjang tahun 2023 hingga November 2024, kami melihat langsung bagaimana hadirnya listrik menciptakan multiplier effect, mulai dari pembukaan lapangan kerja baru, hingga peningkatan kualitas di sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat desa,” tegasnya.
BACA JUGA
- PalmCo Desak Kejelasan Status Kawasan Hutan ke Pemerintah Demi Praktik Sawit Berkelanjutan
- India Pastikan Keamanan BBM Etanol E20, Indonesia Targetkan E10 pada 2027
- Muhammadiyah Dorong Penyelamatan Lingkungan Jadi Standar Baru Keberhasilan Dakwah
Redi menekankan visi jangka panjang perusahaan yang sejalan dengan prinsip dasar pembangunan berkelanjutan.
“Sinergi yang kuat antara pengelolaan keselamatan operasional dan komitmen pada pelestarian lingkungan adalah kunci. Seperti halnya definisi klasik keberlanjutan, kami berupaya memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan energi nasional hari ini tidak akan mengorbankan kemampuan dan kelestarian bagi generasi mendatang,” pungkas Redi.
Pemaparan dari PT PLN (Persero) ini merupakan bagian dari rangkaian Diskusi Nasional Online yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Petroleum Balongan (ITPB) Indramayu pada Rabu, 22 Juli 2026.
Mengusung tema “Integrasi SMS-ESG Terhadap Sustainability Performance Industri Energi Nasional”, acara yang dibuka oleh Rektor ITPB Hanifah Handayani ini menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan.
