Pertamina Tinjau Desa Energi Berdikari di Bali, Dorong Pertanian Berkelanjutan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, bersama Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, mengunjungi Program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, Sabtu (30/5). Program ini menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran komisaris didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta manajemen Pertamina. Mereka meninjau berbagai fasilitas program dan melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.
Program DEB Uma Palak Lestari yang dibina oleh Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus, dinilai berhasil menggabungkan pengembangan sektor pertanian, kemandirian energi, dan pariwisata berbasis masyarakat.
Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, mengatakan program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat, terutama para petani.
“Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat,” ujar Nanik.
Ia berharap model pemberdayaan serupa dapat diterapkan di wilayah operasi Pertamina lainnya.
“Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya,” katanya.
Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, menambahkan bahwa program TJSL perlu mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan. Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, semoga bisa membuat mereka memiliki rasa untuk semakin menjaga kehadiran Pertamina, sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional,” tutur Condro.
Sebelum program berjalan, masyarakat setempat menghadapi tantangan berupa keterbatasan pasokan air untuk pertanian, terutama saat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan hasil panen dan kesejahteraan petani.
BACA JUGA
- WMO: El Nino Berpotensi Kembali Menguat pada 2026, Risiko Cuaca Ekstrem Meningkat
- Kemenag Apresiasi Praktik Kurban Ramah Lingkungan yang Dilakukan Ormas Islam
- Anak Panda Pertama Kelahiran Indonesia Resmi Diperkenalkan ke Masyarakat
Melalui program DEB, Pertamina mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan yang didukung energi baru terbarukan sekaligus mendorong pengembangan kawasan ekowisata dan eduwisata. Pada sektor pertanian, perusahaan menghadirkan sistem pengairan yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan pembangkit mikrohidro berkapasitas 21 kWp.
Pemanfaatan energi bersih tersebut disebut mampu menekan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun. Sistem pengairan itu kini mendukung pengelolaan lahan pertanian seluas 103 hektare yang dilengkapi teknologi irigasi digital serta penggunaan alat pertanian elektrik seperti traktor dan mesin penggiling padi.
Selain itu, Pertamina juga membangun Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, dan memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.
Program ini telah menjangkau sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Dampaknya antara lain penghematan biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun dan peningkatan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare.
Di sisi lain, lahan seluas 5 hektare dikembangkan menjadi area budidaya padi organik varietas Mentik Susu yang menghasilkan omzet hingga Rp476 juta per tahun.
Pengembangan kawasan ekowisata dan eduwisata juga menjadi bagian dari program. Berbagai fasilitas seperti ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground telah dibangun dan mampu menarik sekitar 72 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara. Dari aktivitas tersebut, masyarakat memperoleh pendapatan tambahan yang mencapai Rp64 juta per tahun.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pertamina kepada kelompok tani dan masyarakat setempat.
“Sejak kehadiran program TJSL Pertamina di tahun 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan,ternyata mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan juga meningkatan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat. Saya ucapkan terimakasih kepada Pertamina,” pungkas I Wayan Sukadana.
