WSO Indonesia Beri Apresiasi ke 42 Perusahaan dengan Budaya K3 Terbaik
Jakarta, sustainlifetoday.com – Sebanyak 42 perusahaan lintas sektor industri menerima penghargaan keselamatan kerja dari World Safety Organization Indonesia dalam ajang WSO Indonesia Safety Culture Award 2026 yang digelar di Bidakara, Jumat (8/5).
Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara berkelanjutan di lingkungan operasional mereka.
Ajang ini menjadi sorotan karena tahun ini tidak ada perusahaan yang memperoleh penghargaan tingkat Kalkulatif (Silver). Kondisi tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kematangan budaya keselamatan di kalangan industri nasional.
“Penghargaan tahun ini diberikan kepada 42 perusahaan yang telah mencapai kematangan budaya tingkat Gold dan Platinum. Penghargaan Gold diberikan kepada 32 perusahaan, sedangkan Platinum kepada 10 perusahaan,” kata Chairman WSO Indonesia, Soehatman Ramli.
Dalam perspektif keberlanjutan, budaya K3 dinilai semakin penting sebagai bagian dari implementasi aspek sosial dalam prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Penerapan keselamatan kerja yang baik tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan perusahaan, tetapi juga perlindungan tenaga kerja, keberlanjutan operasional, hingga produktivitas jangka panjang.
Soehatman menjelaskan, kematangan budaya keselamatan merupakan tingkat kedewasaan organisasi dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip K3 ke dalam seluruh aspek operasional perusahaan.
BACA JUGA
- Mulai 10 Mei 2026, Jakarta Wajibkan Warga Pilah Sampah Jadi Empat Kategori
- Peneliti IPB Tawarkan Solusi Ekonomi Sirkular untuk Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu
- OJK: Insentif Kendaraan Listrik Berpotensi Tingkatkan Pembiayaan Multifinance
Terdapat lima tingkatan budaya keselamatan, yakni Patologis, Reaktif, Kalkulatif, Proaktif, dan Generatif.
“Semakin tinggi tingkatan kematangan budaya yang dicapai, semakin bagus tingkat penerapan K3 di perusahaan. Kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja juga menjadi sangat rendah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya jumlah perusahaan yang berhasil meraih kategori Platinum.
“Tahun ini ada 10 perusahaan yang meraih penghargaan Platinum. Tahun sebelumnya 9, dan tahun sebelumnya lagi hanya 7. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut terus meningkatkan kematangan budaya keselamatan atau K3 di perusahaan masing-masing,” katanya.
Menurutnya, dampak positif penerapan budaya keselamatan dapat terlihat dari rendahnya angka kecelakaan kerja di perusahaan-perusahaan penerima penghargaan.
Di sisi lain, tren nasional justru menunjukkan angka kecelakaan kerja yang terus meningkat. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia naik dari 297.725 kasus pada 2022 menjadi 370.747 kasus pada 2023, lalu meningkat lagi menjadi 462.241 kasus pada 2024.
Jumlah pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja juga mengalami kenaikan signifikan. Pada 2022 tercatat 103.349 pekerja meninggal dunia, meningkat menjadi 152.246 pekerja pada 2023, dan mencapai 178.381 pekerja pada 2024.
Melihat kondisi tersebut, WSO Indonesia mendorong perusahaan di Indonesia untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
“WISCA bukan perlombaan. Tetapi merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan aspek K3 dengan baik dan telah menjadikan K3 sebagai budaya di perusahaan. Lewat WISCA, WSO Indonesia berupaya mendorong kalangan industri di Indonesia untuk terus meningkatkan kematangan budaya K3 di perusahaannya masing-masing,” pungkas Soehatman Ramli.
Penerima Penghargaan
Pada kategori Gold, penghargaan diberikan kepada PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pemeliharaan, PT Energasindo Heksa Karya, PT PLN Indonesia Power UBP Priok, PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang, PT PGAS Solution, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Juanda, PT Kilang Pertamina Balikpapan, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, PT Sayap Garuda Indah, PT Bukit Muria Jaya, JOB Pertamina–Medco E&P Simenggaris, PT Kariangau Gapura Terminal Energi, PT Waskita Beton Precast Tbk., PT Perta Arun Gas, PT Putra Perkasa Abadi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, PT Petrosea Tbk., PT Kideco Jaya Agung, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VII Kasim, PT PGN LNG Indonesia, PT Pertamina Energy Terminal, PT Patra Drilling Contractor, PT Pertagas Niaga, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Interport Sarana Baruna, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Gajah Tunggal Tbk., PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, PT Pertamina Gas, PT Prima Armada Raya, PT Patra Jasa, serta PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit V Balikpapan.
Sementara itu, kategori Platinum diberikan kepada JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi, PT Sarihusada Generasi Mahardika East Factory, Saka Indonesia Pangkah Limited, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit II Dumai, PT Badak NGL, PT Kerry Ingredients Indonesia Cikarang Site, PT Hutama Karya Infrastruktur, PT Pertamina Drilling Services Indonesia, PT Shell Indonesia [Mobility and Trading & Supply Business], dan PT Brantas Abipraya (Persero).
Selain penghargaan perusahaan, WSO Indonesia juga memberikan apresiasi khusus melalui WSO Award. Pada kategori Concerned CEO – Top Leadership, penghargaan diberikan kepada Avep Disasmita, Dr. Joko Triraharjo, Indra Sembiring, Ingrid Siburian, Agung Fajarwanto, dan Ahmad Khoiruddin.
Kategori Concerned Company diberikan kepada PT Pertamina Drilling Services Indonesia, JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Saka Indonesia Pangkah Limited. Untuk kategori Concerned Professional diberikan kepada Prof. Hanifa Maher Denny, sementara kategori Concerned Citizen diberikan kepada Prof. Yassierli, Ph.D.
Penghargaan Concerned Educational diterima Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Petroleum Balongan. Indonesian Industrial Hygiene Association (IIHA) menerima penghargaan Concerned Organization.
Adapun penghargaan Concerned ESG dan Top Perform Zero Accident sama-sama diraih PT Badak NGL. Sementara penghargaan Top Innovation diberikan kepada PT Kilang Pertamina Balikpapan dan kategori Safety Influencer diberikan kepada Syamsul Arifin.
