Galang Dana Rp14 Miliar, Inisiatif ‘Patungan untuk Hutan’ Sasar Restorasi Ekosistem Kalimantan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Gerakan aksi kolektif masyarakat dalam mitigasi krisis iklim dan pelestarian ekosistem hutan merealisasikan langkah konkrit di lapangan. Melalui inisiatif penggalangan dana publik (crowdfunding) “Patungan untuk Hutan”, sebuah stasiun pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) siap dibangun di kawasan konservasi kelolaan Yayasan Kalaweit, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Pembangunan stasiun pemadam beserta infrastruktur pendukungnya ini memanfaatkan alokasi dana sebesar Rp1,15 miliar, yang bersumber dari total akumulasi patungan masyarakat yang kini telah menembus angka Rp14 miliar sejak digulirkan pada awal September lalu. Rencana strategis ini digagas oleh Pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, bersama aktivis lingkungan Andrew Kalaweit.
“Teman-teman, bersama Andrew Kalaweit kami akan membangun firefighter station lengkap dengan penunjangnya, serta kami juga sudah memesan mobil pemadam kebakaran khusus yang digunakan untuk penanganan kebakaran hutan di Kalimantan,” kata Ferry dalam unggahannya di Instagram, Rabu (28/10/2026).
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Fasilitas stasiun pemadam ini dirancang tidak hanya untuk merespons ancaman karhutla secara cepat, tetapi juga berfungsi sebagai markas operasional penegakan hukum berbasis komunitas di dalam kawasan konservasi yang didirikan oleh Aurélien Francis Brulé (Chanee Kalaweit) tersebut.
Andrew Kalaweit menyampaikan bahwa keberadaan stasiun ini akan memperkuat mitigasi krisis ekologis sekaligus menjaga bentang hutan dari ancaman kejahatan lingkungan lainnya selama 24 jam penuh.
“Jadi selain untuk melawan api, juga digunakan sebagai basecamp Tim Kalaweit atau ANUA (Aksi Nyata untuk Alam) untuk patroli kawasan. Memastikan semua aman dari penebangan liar dan pemburu,” ujar Andrew.
BACA JUGA
- Cegah Pencemaran Lingkungan, Sucofindo Fasilitasi Konversi Minyak Jelantah Jadi Energi
- Kurangi Impor Fosil, PLN EPI Kembangkan Biohidrogen Berbasis Biomassa
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Gerakan “Patungan untuk Hutan” menargetkan penghimpunan dana hingga Rp50 miliar guna memperluas jangkauan perlindungan hutan di Kalimantan, termasuk melalui skema Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Restorasi Ekosistem (PBPH-RE). Pendekatan konservasi ini diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal penjaga hutan agar mereka tidak bergantung pada opsi pelepasan lahan kepada industri skala besar.
Dana yang terhimpun disalurkan secara bertahap melalui kelompok masyarakat legal dan berrekam jejak teruji. Secara kalkulasi konservatif, dana target Rp50 miliar diproyeksikan mampu melindungi serta memulihkan 10 ribu hingga 25 ribu hektare bentang hutan, merestorasi 1.000 hektare lahan kritis, serta menanam 1,5 juta hingga 1,6 juta bibit pohon di Kalimantan.
