Tegaskan Komitmen Keberlanjutan, KAI Borong Lima Penghargaan ESG Initiative Awards 2025
JAKARTA, sustainlifetoday.com – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) mendapatkan apresiasi melalui perolehan lima penghargaan pada ajang ESG Initiative Awards 2025 yang diselenggarakan oleh SustainLife Today, media yang berfokus pada aspek keberlanjutan. Malam penganugerahan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Mega Anggrek, Jakarta pada Jumat (28/11).
Dalam kompetisi yang menjadi tolok ukur implementasi keberlanjutan di dunia korporat ini, KAI berhasil membawa pulang lima penghargaan bergengsi dari berbagai kategori.
Penghargaan pertama adalah Best ESG Reporting & Transparency dengan predikat Silver, sebagai bentuk pengakuan atas keterbukaan perusahaan dalam pelaporan keberlanjutan. Selanjutnya, KAI meraih Best Employee Wellbeing & Development Strategy dengan predikat Gold, menandai komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan serta pengembangan kompetensi karyawan.
KAI juga menerima penghargaan Best Energy Transition Program dengan predikat Gold, sebagai hasil atas inisiatif perusahaan dalam mendorong efisiensi energi dan penggunaan teknologi rendah emisi.
Selain kategori perusahaan, dua penghargaan individu turut memperkuat capaian KAI. Penghargaan Best CEO for ESG Initiatives dengan predikat Gold diraih oleh Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), atas kepemimpinannya dalam mengakselerasi program-program keberlanjutan perusahaan. Sementara itu, penghargaan Best ESG Women Leader dengan predikat Gold diberikan kepada Tria Mutiari Meilan, Vice President of Sustainability KAI, atas kontribusinya dalam mendorong integrasi prinsip ESG di seluruh lini operasional.
Kelimanya penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan KAI dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kesejahteraan SDM, serta mempercepat transformasi energi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Sebagai informasi, ESG Initiative Awards 2025 mengangkat tema “Transforming Risk into Opportunity Through ESG Strategy”.
Acara ini dihadiri para pimpinan BUMN, perusahaan nasional, regulator, akademisi, praktisi keberlanjutan, serta perwakilan media. Kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai sektor menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran dan komitmen terhadap penerapan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Baca Juga:
- ESG Initiative Awards 2025 Resmi Digelar, Dorong Transformasi Keberlanjutan di Dunia Usaha Indonesia
- Spesies Nyamuk Malaria Diprediksi Meluas Akibat Pemanasan Global
- ECOTON: Mikroplastik dari Sampah Pakaian Cemari Sungai dan Ganggu Ekosistem
Ketua Penyelenggara ESG Initiative Awards 2025, Farhan Syah, dalam pernyataan persnya menegaskan bahwa ESG kini memegang peran penting dalam menghadapi dinamika bisnis modern.
“ESG bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi atau tren global, tetapi menjadi fondasi ketahanan dan daya saing perusahaan,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan bahwa para peserta tahun ini menampilkan berbagai inisiatif yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan.
“Melalui ESG Initiative Awards 2025, kami ingin mendorong perusahaan agar mampu mengubah tantangan lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi peluang strategis yang menciptakan dampak positif, baik bagi bisnis maupun masyarakat,” tambahnya.
ESG Initiative Awards diharapkan menjadi platform yang berkontribusi dalam memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional melalui pengembangan pemikiran, inovasi, dan implementasi strategis yang relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia.
Proses penjurian ESG Initiative Awards 2025 dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri atas delapan pakar keberlanjutan, yaitu Herry Ginanjar, S Herry Putranto, S Suripno, Ir Subkhan, Ari Tjahjanto, Hasanuddin, Dewi Hanggraeni, dan Haryono Soeparno. Para juri memberikan penilaian berdasarkan evaluasi komprehensif yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, memastikan proses penjurian berlangsung kredibel, objektif, dan berintegritas.
