Soroti Tingginya Konsumsi Air dan Listrik Data Center AI, Kemenko Perekonomian Siapkan Solusi
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menaruh perhatian khusus pada tantangan konsumsi air dan energi berskala besar dalam pengembangan industri pusat data (data center) serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengonfirmasi bahwa dirinya ditugaskan secara khusus oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk merumuskan skema solusi atas tingginya kebutuhan pendinginan berbasis air (water cooling systems), ketersediaan daya listrik, hingga kesiapan ekosistem masyarakat.
“Saya membantu beliau (Airlangga) mencari solusi untuk masalah air. Terutama masalah air, masalah energi, dan kesiapan masyarakat,” kata Dradjad.
Dradjad menegaskan bahwa akselerasi AI dan infrastruktur data center tidak dapat diabaikan lantaran posisinya sebagai penentu lanskap ekonomi, teknologi, hingga geopolitik global dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Namun, dampaknya terhadap daya dukung lingkungan, khususnya beban pasokan air baku dan kebutuhan listrik wajib dimitigasi sejak awal.
“Seperti yang saya sampaikan tadi, teknologi baru itu selalu ada tantangan, ada dua sisi. Salah satu sisinya itu memang masalah air, masalah energi. Butuh energi banyak, butuh air banyak,” ujarnya.
“Itu adalah future. Lima tahun, 10 tahun yang akan datang, kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, kekuatan militer, kekuatan geopolitik itu salah satunya akan sangat tergantung kepada AI,” lanjut Dradjad.
BACA JUGA
- Indonesia-Norwegia Salurkan Dana Karbon FOLU Net Sink Rp20 Miliar
- Menjelang COP31 Turki, Indonesia Desak Negara Global Wujudkan Aksi Iklim Konkret
- WALHI Jawa Barat Apresiasi Keterbukaan EIGER Nature dalam Pelestarian Lingkungan
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ketersediaan lahan, kepastian pasokan listrik, dan jaminan air bersih merupakan tiga prasyarat mutlak yang menentukan keberhasilan Indonesia menjadi hub data center regional.
“Kuncinya adalah ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, dan ketersediaan air,” kata Airlangga dalam keynote speech pada acara BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Airlangga memaparkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Digital Bintan di Kepulauan Riau saat ini telah diminati luas oleh investor hingga dalam kondisi penuh (sold out), sehingga pemerintah menyiapkan ekspansi lahan baru di Bintan dan kawasan Karawang, Jawa Barat.
Guna menopang beban operasi komputasi tinggi tersebut, pemerintah juga memproyeksikan tambahan kapasitas daya listrik nasional hingga 500 megawatt dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Airlangga mengingatkan bahwa além infrastruktur fisik, keberlanjutan ekosistem digital juga sangat bergantung pada tata kelola data yang sahih.
“Memang menjadi tantangan apakah multiplier efek daripada AI? Pertanyaan bukan, sebetulnya jawabannya bukan hanya multiplier tetapi ini adalah the future daripada digital,” katanya.
“Dimana digitalisasi ini membutuhkan data-data yang credible, tanpa data credible AI itu tidak mampu untuk meng-crawling data yang baik,” pungkas Airlangga.
