Pramono Buka Peluang Perluas Penerima Fasilitas Transportasi Umum Gratis di Jakarta
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang untuk menambah kategori penerima fasilitas transportasi umum gratis sebagai bagian dari upaya mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kebijakan tersebut sedang dipertimbangkan agar akses terhadap layanan transportasi publik menjadi lebih inklusif dan berkeadilan, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Kemungkinan akan kita tambah golongannya, akan kita gratiskan. Karena supaya subsidi silangnya itu lebih adil, bagi yang tidak mampu, gratis. Bagi yang mampu, ya, bayarnya lebih tinggi sedikit,” kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (11/6).
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta terus mengampanyekan pemanfaatan fasilitas gratis bagi 15 golongan masyarakat yang telah ditetapkan sebelumnya. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan emisi dari sektor transportasi.
Selain itu, Pemprov DKI juga tengah mengkaji penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. Namun, Pramono memastikan kebijakan tersebut akan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat agar tidak memicu kembalinya penggunaan kendaraan pribadi.
BACA JUGA
- Pertamina dan ITS Luncurkan Kapal Pembersih Sampah Berbasis AI untuk Perairan Indonesia
- COP31 Luncurkan Agenda Aksi Iklim Global, Dorong Percepatan Implementasi hingga 2035
- Kenaikan Harga Pertamax Persempit Ruang Finansial Masyarakat Kelas Menengah
Menurutnya, tarif Transjabodetabek nantinya akan dihitung berdasarkan jarak perjalanan sehingga lebih proporsional dan tidak membebani pengguna.
“Tidak semua Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi. Karena bagaimanapun, sebagai gubernur, saya juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi yang seperti ini,” ungkap Pramono.
Ia menegaskan bahwa pengembangan sistem transportasi publik merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk menciptakan Jakarta yang lebih nyaman, terhubung, dan berkelanjutan bagi seluruh warga.
Sebelum menetapkan tarif baru, pemerintah daerah akan melakukan berbagai pertimbangan agar kebijakan yang diambil tetap mendukung peningkatan penggunaan transportasi publik.
Selain aspek tarif, Pemprov DKI juga berencana menambah jumlah armada Transjabodetabek guna meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pengguna.
“Supaya habit atau perilaku orang naik transportasi umumnya meningkat, dan itu yang akan kami lakukan,” ungkap Pramono.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pembangunan perkotaan berkelanjutan yang menempatkan transportasi publik sebagai salah satu instrumen penting untuk mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
