Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
Jakarta, sustainlifetoday.com – Meutya Hafid selaku Menteri Komunikasi dan Digital RI mengecam tindakan militer Israel yang mencegat serta menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.
Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk empat jurnalis, dilaporkan ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Empat jurnalis yang berada dalam rombongan itu yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo dari iNews.
“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan warga negara Indonesia termasuk insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” ucap Menteri Meutya Hafid dalam keterangan resmi dikutip Selasa (19/5).
Meutya menegaskan kehadiran jurnalis dalam situasi konflik bertujuan membawa suara kemanusiaan sekaligus menyampaikan fakta kepada publik global. Karena itu, menurutnya, kerja jurnalistik harus dihormati dan diberikan ruang aman, terutama di tengah krisis kemanusiaan.
BACA JUGA
- Potensi Super El Nino Meningkat, Risiko Kekeringan dan Krisis Pangan Mengintai Indonesia
- Gereja Katedral Jakarta Ajak Umat Jaga Lingkungan di Hari Kenaikan Yesus Kristus
- Banjir dan Kekeringan Melanda Sejumlah Daerah, BNPB Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri RI, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis disebut masih belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui secara pasti.
Menkomdigi juga menyatakan dukungannya terhadap langkah diplomatik yang dilakukan Kemlu RI guna memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan tersebut.
“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” ucap Meutya.
Sebelumnya, Kemlu RI menyampaikan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah perlindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.
“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” ujar Menkomdigi.
