Elnusa Latih Kelompok Perempuan Kelola Sampah Plastik Jadi Bernilai
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Elnusa Tbk meluncurkan Program Penguatan Kelompok Perempuan bertajuk “Empowering Community: Circular Economy dan Inclusive Growth” di Pendopo Taman Kenanga RT 003/RW 003, Cilandak Timur. Program ini bertujuan membekali kelompok perempuan dengan keterampilan mengolah limbah botol plastik menjadi berbagai produk upcycle yang memiliki nilai jual sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan botol plastik tidak seharusnya dipandang sebagai sampah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara kreatif.
“Bagi kami, botol plastik bukan hanya sampah. Di tangan yang kreatif, botol plastik bisa menjadi tas, dompet, hiasan rumah, bahkan produk yang memiliki nilai jual. Dari sebuah botol plastik bisa lahir tambahan penghasilan bagi keluarga, lingkungan yang lebih bersih, dan rasa percaya diri bahwa kita mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.,” ujar Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji dalam siaran persnya dikutip Rabu (1/7).
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Elnusa Tbk dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan, peningkatan keterampilan masyarakat, serta penerapan konsep ekonomi sirkular. Selain membuka peluang ekonomi baru, inisiatif ini juga diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah plastik melalui pemanfaatan kembali menjadi produk bernilai tambah.
BACA JUGA
- Gajah Sumatra Indro Mati di Tesso Nilo, Penyebab Masih Menunggu Hasil Uji Laboratorium
- MIND ID Targetkan Pangkas Emisi 2 Juta Ton CO2e pada 2030
- POPSI Minta Implementasi B50 Dilakukan Bertahap demi Lindungi Petani Sawit
Elnusa menyebut program ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender, SDGs 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, SDGs 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan nilai ekonomi baru. Dengan melibatkan masyarakat, khususnya kelompok perempuan, Elnusa berharap dapat membangun budaya pengelolaan lingkungan yang lebih produktif sekaligus mendorong terciptanya ekonomi komunitas yang lebih mandiri.
Ke depan, perusahaan berharap program ini menjadi awal terbentuknya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, di mana kepedulian terhadap lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara perusahaan dan komunitas diharapkan mampu mengurangi limbah plastik sekaligus mengubahnya menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat nyata.
