IN2MF 2025 Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2025 resmi dibuka di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12.
Acara ini bukan sekadar ajang fesyen, tetapi simbol sinergi antara ekonomi syariah, industri kreatif, dan nilai keberlanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global.
Hal ini ditandai dengan peringkat Indonesia yang naik peringkat dari 10 ke 3 ekonomi syariah global. Perry menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, dan komunitas kreatif—termasuk sektor fesyen modest yang menjadi wajah ekonomi syariah modern.
“ISEF adalah bentuk nyata kebersamaan, berjemaah, untuk menjadikan ekonomi syariah rahmatan lil alamin,” ujar Perry di hadapan para pelaku ekonomi kreatif dan modest fashion di Jakarta, Rabu (8/10).
Ia juga mengajak seluruh pelaku industri untuk melakukan refleksi atas perjalanan 12 tahun ISEF.
Baca Juga:
- Geser Tesla, BYD Jadi Pemimpin Global Industri Mobil Listrik
- DPR Desak Pemerintah Percepat Realisasi Teknologi Waste-to-Energy
- MPR: Target Ekonomi 8 Persen Harus Sejalan dengan Transisi Energi Bersih
“Dulu kita tidak tahu apa-apa tentang halal value chain, maupun zakat, infak, dan wakaf. Kini, alhamdulillah, semuanya berkembang pesat,” katanya.
Melalui IN2MF, ekonomi syariah diperluas ke ranah kreatif dan berkelanjutan. Industri modest fashion kini menjadi salah satu sektor paling dinamis yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, mencerminkan nilai etika, keberlanjutan, dan inklusivitas.
Ia menekankan bahwa IN2MF bukan hanya panggung fesyen, melainkan platform strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Jangan hanya hadir di pembukaan, hadirlah selama lima hari ke depan. Mari kita perluas dan tingkatkan sinergi dari berbagai pihak,” tuturnya.
Perry menutup sambutannya dengan seruan optimisme.
“Mari kita move on, maju-maju terus, supaya hari esok lebih baik dari sekarang,” imbuhnya.
