IKEA Indonesia Perkuat ESG Lewat Daur Ulang dan Dukungan bagi UMKM
Jakarta, sustainlifetoday.com – Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah dan kebutuhan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, IKEA Indonesia terus memperkuat berbagai inisiatif keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan dan pemberdayaan sosial.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Waste Diversion yang diterapkan di seluruh toko IKEA Indonesia. Program ini merupakan bagian dari target perusahaan untuk mengalihkan 80 persen sampah operasional dari tempat pemrosesan akhir (TPA) pada 2030 melalui pendekatan daur ulang (recycling), pengomposan (composting), dan pemulihan (recovery).
Saat ini, sebagian besar sampah operasional IKEA Indonesia telah berhasil dialihkan dari TPA melalui berbagai upaya pengelolaan yang dilakukan secara konsisten.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak seharusnya menjadi sesuatu yang rumit atau hanya dapat dilakukan oleh segelintir pihak. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan berbagai solusi yang memudahkan pelanggan, komunitas, dan mitra untuk ikut andil dalam menciptakan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Ahmad Alhamid, Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, dalam siaran pers yang dikutip pada Senin (29/6).
Di Bandung, IKEA Indonesia bersama Duitin mengelola Zona Daur Ulang IKEA Kota Baru Parahyangan. Sejak 2023, fasilitas tersebut telah mengumpulkan lebih dari 63 ton material yang kemudian dikembalikan ke rantai daur ulang.
Program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat membangun kebiasaan memilah dan mendaur ulang sampah sekaligus memberikan insentif kepada para peserta.
BACA JUGA
- Pemerintah Targetkan Avtur Ramah Lingkungan Mulai Digunakan pada 2027
- Gajah Bernama Indra Mati Setelah Lebih dari Tiga Dekade Mengabdi di Way Kambas
- Indonesia Dorong Pembiayaan Konservasi Berbasis Alam yang Inklusif dan Berkelanjutan
Selain berfokus pada aspek lingkungan, IKEA Indonesia juga menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui program TERAS Indonesia yang telah berjalan sejak 2014, lebih dari 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh kesempatan memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya secara gratis di area toko IKEA Indonesia. Sepanjang 2025, program tersebut menghasilkan estimasi penjualan sekitar Rp5 miliar bagi UMKM yang berpartisipasi.
Di sisi lain, IKEA Indonesia bersama Instellar mengembangkan program IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA) untuk mendukung pertumbuhan perusahaan sosial (social enterprise) yang menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan.
Sejak 2023, program tersebut telah mendampingi 30 social enterprise melalui pelatihan, pendampingan, bootcamp, serta penguatan strategi bisnis. Program ini juga telah menjangkau lebih dari 14.000 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, IKEA Indonesia berupaya mendorong praktik ekonomi sirkular sekaligus memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan masyarakat, UMKM, dan pelaku usaha berbasis keberlanjutan.
