Gaza Alami Krisis Lingkungan Akibat Perang, Tumpukan Sampah Ancam Kesehatan Warga
Jakarta, sustainlifetoday.com — Gaza kini menghadapi krisis lingkungan dan kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih dari seperempat juta ton sampah menumpuk di jalanan dan kawasan pemukiman, menciptakan kondisi yang kian tak layak huni.
Dilansir dari jurnalis Gaza, Mohammad Rabah, tumpukan sampah masih berserakan di seluruh kota. Penghancuran kendaraan dan peralatan kota oleh pasukan Israel membuat sistem pembuangan limbah hampir sepenuhnya lumpuh.
Tempat pembuangan sementara kini berdiri di dekat rumah-rumah warga di berbagai wilayah Gaza. Kondisi ini menimbulkan penderitaan baru bagi penduduk, mengganggu aktivitas harian dan memperburuk kualitas lingkungan.
Pemerintah kota menyatakan telah menyerahkan daftar kebutuhan mendesak kepada sejumlah organisasi internasional. Namun, hingga kini, janji bantuan yang diterima belum terealisasi.
Baca Juga:
- Optimisme Energi Bersih, MPR Nilai Kebijakan Prabowo Pro-Lingkungan
- Sinar Mas Tegaskan Komitmen Ekonomi Hijau di IISF 2025
- Refleksi Setahun KLH, Menteri LH Komitmen Percepat Transformasi Tata Kelola Lingkungan
Seorang pengungsi dari Gaza timur, Salem Mahaoush, menceritakan bagaimana ia dan keluarganya kini harus hidup di sekitar tempat pembuangan sampah setelah mengungsi dari permukiman Shuja’iyya.
“Kami menyerukan kepada dunia untuk mendukung Pemerintah Kota Gaza dan menyediakan peralatan yang diperlukan untuk membuang sampah dan mengatasi krisis ini,” kata Salem, dikutip Selasa (21/10).
“Tikus, serangga, dan nyamuk telah menyebar secara masif—ini telah menjadi bencana besar. Bau busuknya sangat berbahaya, dan banyak orang di daerah ini sakit. Saya mendesak dunia untuk turun tangan dan membantu menyelesaikan bencana ini,” lanjutnya.
Krisis ini merupakan dampak langsung dari perang yang tengah berlangsung. Serangan udara Israel telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur kota, termasuk fasilitas pengelolaan limbah dan akses menuju tempat pembuangan utama di Gaza timur.
