BMKG Minta Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Imbas Siklon Tropis Bavi
Jakarta, sustainlifetoday.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberadaan Siklon Tropis Bavi yang memasuki wilayah pemantauan Indonesia pada Selasa (7/7). Meskipun bergerak menjauhi Indonesia, siklon tersebut diperkirakan masih memengaruhi kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan timur Indonesia.
Dalam analisis terbarunya, BMKG menjelaskan bahwa Siklon Tropis Bavi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W dan mencapai intensitas siklon tropis pada Kamis (2/7).
“Sistem ini kemudian memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli 2026 pukul 07.00 WIB,” kata BMKG dalam laporan Informasi Siklon Tropis Bavi, Selasa (7/7).
Berdasarkan pemantauan BMKG, pusat Siklon Tropis Bavi berada di Laut Filipina, sebelah utara Papua, tepatnya pada koordinat 16,2° LU dan 140,0° BT atau sekitar 1.980 kilometer di timur laut Biak.
Siklon bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 14 knot (25 kilometer per jam), menjauhi wilayah Indonesia. Sistem ini memiliki intensitas kategori 4 dengan kecepatan angin maksimum mencapai 100 knot (185 kilometer per jam) dan tekanan udara minimum 935 hPa.
BMKG memperkirakan dalam 24 jam ke depan intensitas siklon masih akan bertahan pada kategori 4 dengan kecenderungan peningkatan kecepatan angin maksimum.
BACA JUGA
- Toyota dan Rekosistem Bangun Waste Station untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Jakarta
- Eddy Soeparno: Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Percepatan Waste-to-Energy
- DPR: Klaim B50 sebagai BBM Hijau Harus Dibuktikan Secara Komprehensif
Meski pusat siklon berada jauh dari wilayah Indonesia, BMKG mengingatkan adanya dampak tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi hingga mencapai empat meter di sejumlah perairan.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi:
- Laut Maluku bagian utara dan selatan
- Perairan Kepulauan Talaud
- Perairan Kepulauan Sangihe
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
- Samudra Pasifik utara Biak
- Samudra Pasifik utara Halmahera bagian utara dan selatan
- Samudra Pasifik utara Jayapura
Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitavs di wilayah perairan.
