Bank Mandiri Klaim Salurkan Kredit Berkelanjutan Rp253 Triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan portofolio kredit berkelanjutan sebesar Rp 253 triliun atau 25% dari total kredit bank pelat merah tersebut.
Kredit hijau disalurkan melalui pembiayaan sosial atau social financing, pembiayaan hijau atau green financing, pinjaman terkait sektor berkelanjutan atau Sustainability-Linked Loan dan pinjaman transisi energi atau transition loan.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam Mandiri Sustainability Forum (MSF) 2023 dengan tema ‘Sustainability Acts: Why Now, What’s Next?’, yang menjadi forum diskusi para pengusaha dan pemerintah mengenai potensi dan tantangan sektor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
“Bank Mandiri berkomitmen untuk menavigasi kota yang padat dengan pembiayaan berkelanjutan, memastikan bahwa tindakan hari ini menjadi fondasi bagi lanskap keuangan dan sadar lingkungan di masa mendatang.” tutur Darmawan, Kamis (7/12/2023).
Dalam forum tersebut, Darmawan memaparkan tiga pilar strategi yang diusung dalam praktik dan implementasi ESG. Pertama, melalui pilar perbankan berkelanjutan untuk mendorong transisi Indonesia menuju negara dengan ekonomi rendah karbon.
Pilar kedua yaitu operasional berkelanjutan, dengan terus menjalankan langkah strategis untuk merealisasikan inisiatif bebas karbon, yakni dengan meningkatkan upaya digitalisasi, mengembangkan pelacakan karbon digital, hingga mentransformasi kantor-kantor cabang.
“Untuk mencapai target ini, kami meningkatkan upaya digitalisasi. Upaya netral karbon melalui pemasangan panel surya, investasi pada mobil listrik sebagai mobil operasional, mengembangkan pelacakan karbon digital, dan mentransformasi kantor-kantor cabang. Sejak 2021, kami telah menutup lebih dari 200 cabang,” ujar Darmawan.
Pilar ketiga adalah Sustainability Beyond Banking. Pada pilar ini, Bank Mandiri menciptakan dampak sosial melalui pembangunan berkelanjutan yang menekankan pada pemberdayaan masyarakat, inklusi keuangan, dan program berwawasan lingkungan.
Darmawan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menjadi bagian dari perubahan dengan terus berkontribusi pada upaya global untuk terciptanya praktik ESG pada masa depan yang lebih berkelanjutan.
“Saya menyambut semua orang yang hadir pada hari ini untuk menjadi bagian dari perubahan. Berkontribusi pada peningkatan kondisi kehidupan saat ini dan kesejahteraan generasi mendatang.” ujar Darmawan
Sumber : www.bloombergtechnoz.com