Bahlil Siap Kaji Wacana Presiden untuk Integrasikan Badan Geologi dan BMKG
Jakarta, sustainlifetoday.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bakal mengkaji secara mendalam wacana penggabungan atau integrasi antara Badan Geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gagasan kelembagaan tersebut sebelumnya dihembuskan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas penanganan bencana alam.
“Saya coba mengecek dahulu ya, karena tadi rapat terbatas saya bahas tentang ekonomi,” ujar Bahlil kepada awak media di Istana Kepresidenan, Senin (7/9).
Gagasan peleburan atau koordinasi vertikal ini pertama kali diutarakan Presiden Prabowo saat memimpin pembahasan evaluasi tanggap bencana ekologis dan geologis nasional. Kepala Negara menggarisbawahi pentingnya penguatan sinergi monitoring kebencanaan antarlembaga.
“Kepala Badan Geologi nanti saya kira akan kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG, tetapi ya nanti kita bahas itu,” ujarnya.
BACA JUGA
- Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Ketinggian 15 Ribu Feet, Kualitas Udara Banten–Jakarta Terancam
- Tindak Tegas Sampah Liar, Pemprov DKI Jakarta Bakal Tertibkan Sektor Hotel, Restoran, dan Kafe
- Dorong Kesiapan Bisnis Berkelanjutan, SustainLife Today Sukses Gelar ISBF 2026
Secara struktur tata kelola pemerintahan, Badan Geologi saat ini berstatus sebagai unit eselon I di bawah naungan Kementerian ESDM, sebagaimana diatur dalam Pasal 29 Peraturan Presiden Nomor 169 Tahun 2024. Lembaga ini memegang mandat operasional di bidang penyelidikan sumber daya geologi, vulkanologi, mitigasi bencana geologi, air tanah, hingga geologi lingkungan.
Di sisi lain, BMKG merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan urusan transportasi, sesuai Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2024. Wacana integrasi kedua entitas ini diproyeksikan bakal memengaruhi peta mitigasi bencana dan pemantauan iklim nasional ke depan.
