Bawa Visi “Brew a Better World 2030”, Multi Bintang Indonesia Unjuk Capaian Net Zero dan Sirkularitas
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MBI) memaparkan peta jalan dan capaian keberlanjutannya dalam sesi penjurian ESG Initiative Awards (EIA) 2026 yang digelar pada Jumat (6/11). Rangkaian inovasi dan strategi ESG tersebut dipresentasikan secara langsung oleh Sustainability Manager PT Multi Bintang Indonesia Tbk, Narendra Afian Pradipto.
Sesi penjurian ini dipandu oleh Pemimpin Redaksi SustainLife Today, Ahmad Faqih Zuhair, yang bertindak selaku moderator. Peta jalan keberlanjutan MBI dievaluasi secara komprehensif oleh panel dewan juri ahli yang terdiri dari Chairman of the Sustainability & Climate Change Committee Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Herry Putranto, Mantan Ketua Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) Dr. Mas Achmad Daniri, serta jurnalis senior di bidang sustainability, Hasanuddin.
Dalam presentasinya, Narendra menyoroti strategi keberlanjutan perusahaan yang terangkum dalam kerangka kerja “Brew a Better World 2030”. Strategi ini berpijak pada tiga pilar utama, yakni Responsible, Social, dan Environmental.
Dari sisi pelestarian lingkungan (Environmental), MBI menargetkan pencapaian emisi karbon Net Zero dalam operasional produksinya pada tahun 2030, serta di seluruh rantai pasoknya pada 2040. Untuk mempercepat transisi energi, MBI telah mengoperasikan fasilitas biomassa dan panel surya atap di pabrik Tangerang maupun Sampangagung, serta memanfaatkan pemakaian Sertifikat Energi Terbarukan (REC) dari PLN. Transisi ini membuahkan hasil signifikan, di mana 99% energi di sektor produksi MBI kini bersumber dari energi terbarukan, yang sekaligus sukses memangkas emisi karbon (Cakupan 1 dan 2) hingga 97% dibandingkan baseline tahun 2022.
Tidak hanya berfokus pada emisi karbon, MBI turut mengarusutamakan ekonomi sirkular pada lini produksinya dengan mengolah produk sampingan sisa produksi (by-product) seperti ampas biji-bijian dan ragi menjadi pakan ternak, serta memanfaatkan abu sekam padi sebagai komponen pupuk. Melalui proyek inisiatif U-Turn, perusahaan berupaya meminimalisasi potensi kemasan hilang dengan mencatatkan 81% kemasan berhasil dikembalikan dan digunakan ulang. MBI juga berhasil mengalihkan 99% limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dampak lingkungan MBI juga diperluas ke area eksternal, di antaranya kolaborasi perlindungan pesisir di Tanjung Benoa, Bali, yang memanfaatkan teknologi OTTER untuk mengumpulkan 14 ton sampah laut, serta pemberdayaan desa terintegrasi di Pasar Keramat lewat penanaman 204 hektare bambu yang memberikan nilai ekonomi dan ekologi bagi masyarakat lokal.

Pada pilar Responsible dan Social, MBI berupaya memberikan dampak positif bagi lebih dari 300.000 orang di sepanjang rantai pasok dan komunitasnya hingga tahun 2030. Sebagai wujud komitmen pengurangan dampak buruk (harm reduction), MBI telah menggandeng Kumparan pada tahun 2024 meluncurkan kampanye edukasi #21Dulu untuk menekan angka konsumsi alkohol di bawah umur legal.
Narendra juga menyebut MBI akan terus memperluas pilihan portofolio minuman non-alkohol bagi konsumen, di mana salah satu produk unggulannya, Green Sands, telah resmi mengantongi sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per Januari 2025.
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Mengakhiri sesi presentasinya, Narendra Afian Pradipto menyambut positif proses penjurian EIA 2026 yang memberikan ruang evaluasi konstruktif bagi perusahaan.
“Program (ESG Initiative Awards) ini sangat baik karena saya juga mendapat insight dari para dewan juri, masukan-masukan yang sangat membantu saya untuk memprogram atau meng-improve program sustainability ini lebih baik ke depannya lagi,” ungkap Narendra usai penjurian kepada SustainLife Today.
Lebih lanjut, Narendra menegaskan bahwa inisiatif ESG MBI dirancang agar memberikan dampak nyata dan tidak sekadar pemenuhan dokumen pelaporan tahunan. Untuk mewujudkan hal itu, perusahaan menerapkan sistem pengawasan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kami memastikan bahwa kami tidak hanya berhenti di pelaporan saja, karena kami juga mencari masukan dari para pemangku kepentingan; baik itu masyarakat sekitar, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Hal itu menjadi check and balance kami dalam melakukan program sustainability, sehingga kami tidak hanya melaporkan sesuai apa yang kami mau, tapi juga benar-benar terjadi di lapangan dan terus berlanjut,” tegasnya.
Sebagai informasi, memasuki penyelenggaraan tahun ketiga sejak perdana digelar pada 2024 dan dilanjutkan pada 2025, ajang ESG Initiative Awards 2026 mengusung tema “Beyond Reporting Toward Measurable Outcomes”. Tema ini secara khusus diangkat guna mengevaluasi sekaligus mengapresiasi capaian Environmental, Social, and Governance (ESG) korporasi serta individu profesional secara independen yang sepenuhnya berbasis data dan hasil terukur.
BACA JUGA
