Pangkas Emisi dan Energi, Green SM Hadirkan Skema Kemitraan EV Terintegrasi di Indonesia
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam ekosistem transportasi daring tidak hanya berperan penting menekan emisi karbon urban, melainkan juga terbukti meningkatkan kualitas lingkungan kerja dan kesejahteraan pengemudi. Riset University of York mencatat pengemudi EV memiliki tingkat kewaspadaan dan konsentrasi lebih tinggi lewat aktivitas gelombang otak beta, detak jantung lebih stabil, serta kebisingan kabin yang lebih rendah 5 desibel dibanding kendaraan konvensional.
Di Indonesia, efisiensi energi tersebut berdampak langsung pada biaya operasional. Studi International Journal of Technology (2023) melaporkan potensi penghematan biaya energi hingga 68 persen saat pengemudi beralih ke sepeda motor listrik. Mengakselerasi tren mobilitas hijau tersebut, platform Green SM menghadirkan pendekatan kemitraan terstruktur berbasis armada EV VinFast guna mendukung efisiensi operasional dan karier jangka panjang para pengemudi.
Skema Kemitraan Inklusif dan Penghematan Operasional
Guna mengatasi kendala modal awal pembelian kendaraan, Green SM merilis program “Rent a VinFast. Become a Green SM Driver. Be Your Own Boss”. Bagi pengemudi mobil, biaya awal program dimulai dari Rp2 juta dengan tarif sewa harian mulai dari Rp254.000 untuk berbagai tipe seperti Limo Green, VF e34, VF 5, hingga VF 6. Pada dua bulan pertama, pengemudi mendapat jaminan pendapatan harian hingga Rp400.000, serta penawaran tarif sewa khusus Rp234.000 per hari bagi pengemudi brand ambassador.
Untuk roda dua, tersedia skema rent-to-own berdurasi dua tahun maupun sewa fleksibel (3, 6, 12 bulan) dengan jaminan pendapatan harian Rp160.000 pada dua bulan pertama. Sisi efisiensi semakin diperkuat melalui pengisian daya gratis di stasiun V-Green untuk mobil dan fasilitas hingga lima kali penukaran baterai gratis per hari untuk sepeda motor, dipadu skema bagi hasil hingga 92 persen plus potensi bonus kinerja 8 persen.
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Global Chief Executive Officer of Green SM, Pham Nhat Minh Hoang, menegaskan bahwa penciptaan lingkungan kerja yang profesional menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem mobilitas berkelanjutan.
“Bagi Green SM, pengemudi merupakan bagian penting dalam menghadirkan layanan mobilitas yang berkualitas. Karena itu, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan pengemudi berkembang, baik melalui akses terhadap kendaraan yang sesuai, dukungan untuk meningkatkan efisiensi operasional, maupun standar layanan yang profesional. Kami percaya bahwa ketika pengemudi memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan kinerjanya, mereka juga memiliki peluang lebih besar untuk membangun karier yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Pham Nhat Minh Hoang.
Penggunaan armada EV VinFast serta sepeda motor listrik seperti Evo dan Feliz II menawarkan pengalaman berkendara minim getaran tanpa emisi gas buang langsung. Green SM melengkapi operasional ramah lingkungan tersebut dengan pelatihan berkendara aman, transparansi tarif, serta program rujukan “Refer Skilled Drivers. Go Further Together”.
Melalui penguatan kapasitas dan dorongan pesan “Skilled Drivers, Greater Opportunities”, integrasi teknologi bersih dan skema kerja yang adil diharapkan mampu memajukan profesi pengemudi transportasi daring secara berkelanjutan.
BACA JUGA

Patra Logistik Area Sulawesi Gelar Layanan Kesehatan Lansia di Makassar – SustainLife Today
28 Oktober 2026 @ 4:49 pm
[…] Pangkas Emisi dan Energi, Green SM Hadirkan Skema Kemitraan EV Terintegrasi di Indonesia […]