IIF Himpun Dana Rp655,5 Miliar untuk Perluas Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperkuat kapasitas pembiayaannya dengan menghimpun dana sebesar Rp655,5 miliar melalui penerbitan obligasi dan surat berharga perpetual. Tambahan pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan investasi pada sektor prioritas.
Dalam aksi korporasi tersebut, IIF menerbitkan obligasi senilai Rp435,5 miliar dengan tenor satu, tiga, dan lima tahun serta rata-rata kupon sekitar 7,4 persen per tahun. Selain itu, perusahaan juga menerbitkan surat berharga perpetual senilai Rp220 miliar dengan tingkat imbal hasil sebesar delapan persen per tahun.
Mayoritas instrumen tersebut, sekitar 83 persen, diserap oleh perusahaan manajemen aset dan perusahaan asuransi. Sementara sisanya berasal dari investor korporasi, investor ritel, dana pensiun, dan sektor perbankan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan penguatan struktur permodalan akan meningkatkan kapasitas perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Penghargaan internasional dan pendanaan baru ini akan membantu IIF meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini menjadi penyemangat bagi IIF untuk terus mendukung pemerintah, sponsor proyek, pemberi pinjaman, dan investor dalam merealisasikan proyek infrastruktur yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat,” ujar Rizki dalam keterangannya, Selasa (14/7).
Menurut Rizki, IIF berperan sebagai pelengkap industri jasa keuangan dengan memobilisasi modal swasta untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Pembiayaan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, seperti konektivitas, infrastruktur digital, hingga layanan kesehatan.
BACA JUGA
- KLH Gugat Empat Perusahaan Terkait Karhutla Gambut, Nilai Kerugian Capai Ratusan Miliar
- RUU PFII Dinilai Perlu Perkuat Tata Kelola untuk Menarik Investasi Hijau
- WHO: Kanker Jadi Krisis Kesehatan Global, 92 Persen Penduduk Dunia Terdampak
Seiring penguatan permodalan, IIF juga memperoleh sejumlah penghargaan internasional atas komitmennya terhadap pembiayaan berkelanjutan. Perusahaan meraih The Biggest Sustainable Impact – Nonbank Financial Institution pada FinanceAsia Awards 2026, Innovative Deal of the Year dalam Asian Banking and Finance Corporate and Investment Banking Awards 2026, serta ADB 2025 Project Implemented Award for Outstanding Social Safeguard Implementation.
Selain itu, IIF juga masuk dalam lima besar nominasi Environmental & Social Risk Management (ESRM) Pioneer Award pada ASEAN Risk Awards 2026, yang menilai penerapan manajemen risiko lingkungan dan sosial di sektor keuangan.
Rizki menegaskan, IIF akan terus memperkuat layanan pembiayaan, jasa penasihat (advisory), serta mitigasi risiko guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
