Sistem Pendingin Kabut Jadi Andalan China Redam Panas Ekstrem di Perkotaan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Gelombang panas ekstrem yang melanda China memunculkan berbagai upaya adaptasi untuk menjaga kenyamanan masyarakat di kawasan perkotaan. Salah satunya adalah penggunaan sistem pendingin kabut atau mist cooling system di atap gedung-gedung tinggi, yang belakangan menjadi sorotan di media sosial dan dijuluki sebagai “AC outdoor”.
Fenomena ini muncul ketika suhu udara di sejumlah wilayah China tetap sangat tinggi bahkan pada malam hari. Di tengah kondisi tersebut, fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan turut memperburuk suhu di kawasan padat bangunan.
Suhu udara di malam hari dilaporkan dapat melampaui 40 derajat Celsius di China. Bahkan, suhu di Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR) sempat mencapai 51 derajat Celsius dalam sepekan terakhir.
Akibat suhu ekstrem tersebut, apartemen di gedung-gedung bertingkat terasa sangat panas, sementara kipas angin maupun pendingin ruangan (AC) dinilai tidak lagi mampu memberikan kesejukan secara optimal karena suhu udara tetap tinggi setelah matahari terbenam.
Video yang beredar di platform X dan media sosial lainnya memperlihatkan sistem pendingin kabut yang dipasang di atap gedung-gedung tinggi. Teknologi tersebut diklaim mampu menurunkan suhu lingkungan sekitar hingga 3–6 derajat Celsius.
Secara umum, sistem pendingin kabut merupakan teknologi yang dirancang untuk mendinginkan area terbuka maupun semi-terbuka dengan menyemprotkan kabut air berukuran sangat halus ke udara.
BACA JUGA
- IESR: Elektrifikasi Transportasi Lebih Efektif Dibanding B50
- BBKSDA Sulsel Selamatkan 570 Satwa Liar Sepanjang Semester I 2026
- Indonesia Dorong Kolaborasi Global untuk Lindungi Ekosistem Gambut
Teknologi ini bekerja menggunakan prinsip evaporative cooling atau pendinginan melalui penguapan. Tetesan air mikroskopis akan menyerap panas dari udara saat menguap sehingga suhu lingkungan dapat turun beberapa derajat tanpa membuat permukaan di sekitarnya menjadi basah.
Saat ini, teknologi tersebut telah banyak dimanfaatkan di berbagai fasilitas luar ruangan, seperti kafe, restoran, taman, teras, gudang, hingga area penyelenggaraan acara, terutama pada musim panas.
Dibandingkan sistem pendingin konvensional, pendingin kabut juga dinilai lebih hemat energi dan air. Karakteristik tersebut menjadikannya salah satu alternatif solusi adaptasi terhadap suhu tinggi di ruang terbuka, khususnya di wilayah yang semakin sering mengalami gelombang panas akibat perubahan iklim.
