Pulau Sampah Viral, DPRD Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Sampah Pesisir
Jakarta, sustainlifetoday.com – Tumpukan sampah yang sempat membentuk “pulau sampah” di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik sekaligus pengingat pentingnya pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Meski pemerintah telah melakukan pembersihan, berbagai pihak menilai solusi jangka panjang perlu segera diperkuat agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama petugas lapangan dalam membersihkan tumpukan sampah yang sempat viral di media sosial.
“Yang pertama saya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas LH dan Petugas Lapangan serta seluruh pihak yang telah berhasil membersihkan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke yang sempat viral sampai berbentuk pulau selama 4 hari ini sebanyak 8.8 ton,” kata Ali kepada wartawan, Senin (8/6).
Menurut Ali, respons cepat tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan pesisir sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap ekosistem laut dan aktivitas masyarakat sekitar.
“Gerak cepat ini menunjukkan keseriusan pemprov dalam menjaga lingkungan pesisir Jakarta dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap ekosistem laut maupun aktivitas masyarakat pesisir,” ujarnya.
BACA JUGA
- BYD Buka Suara Terkait Kebakaran di Pabrik Kendaraan Listrik Subang
- Pemprov DKI Jajaki Model Pengolahan Sampah Ciangir untuk Kurangi Beban Bantargebang
- Satwa Liar Kembali Muncul di IKN, Jadi Indikator Pemulihan Ekosistem Smart-Forest City
Namun demikian, Ali menilai pembersihan sampah yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara dan belum menyelesaikan akar persoalan.
“Namun yang perlu di perhatikan adalah pembersihan sampah saat ini hanyalah solusi jangka pendek saja, di mana persoalan utamanya bagaimana agar sampah-sampah tersebut tidak lagi menumpuk hingga menjadi pulau di Muara Angke tersebut,” katanya.
Untuk mencegah penumpukan sampah kembali terjadi, Ali mendorong Pemprov DKI Jakarta memperkuat sistem penanganan sampah di sepanjang aliran sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta.
“Ada beberapa usulan solusi dan langkah strategis yang bisa dilakukan Pemprov seperti memperkuat sistem penahan sampah di hulu sungai; pemasangan lebih banyak jaring, sekat, dan alat penangkap sampah pada sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta sehingga sampah tidak sampai ke kawasan pesisir,” kata Ali.
Selain penguatan infrastruktur, edukasi masyarakat terkait pemilahan dan pengelolaan sampah dari rumah tangga juga dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke badan air.
“Melakukan inspeksi rutin dan pembersihan di sungai-sungai yang menuju Muara Angke dan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern,” kata dia.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa proses pembersihan tumpukan sampah di Muara Angke membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari.
“Minusnya, kalau tidak secara rutin dibersihkan maka akan menjadi seperti yang kemarin, seperti pulau sampah. Dan sekarang ini terus terang sudah dibersihkan dan memerlukan waktu kurang lebih 3-4 hari untuk membersihkan itu,” kata Pramono kepada wartawan di CFD Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).
Pramono menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk di kawasan tersebut berasal dari sejumlah sungai yang bermuara ke Muara Angke.
“Memang Muara Angke itu adalah tempat begitu ujung dari sungai-sungai yang ada, ada 13 sungai, salah satunya kemudian muaranya di Muara Angke. Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana. Dan ini sudah berlangsung lama,” jelasnya.
Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan pembersihan secara rutin agar akumulasi sampah tidak kembali membentuk tumpukan besar yang berpotensi mengganggu ekosistem pesisir maupun aktivitas masyarakat.
“Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan, karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan,” ucap dia.
