IUCN: Masa Depan Konservasi Badak dan Gajah di Indonesia Semakin Menjanjikan
Jakarta, sustainlifetoday.com – IUCN Species Survival Commission (SSC) memuji langkah Indonesia dalam memperkuat konservasi gajah dan badak yang saat ini berstatus terancam punah. Organisasi konservasi internasional tersebut menilai berbagai strategi yang dijalankan pemerintah menempatkan Indonesia pada jalur yang tepat dalam perlindungan keanekaragaman hayati.
Chair IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group (AsRSG), Amirthara Christy Williams, mengatakan pemerintah Indonesia mulai menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap upaya konservasi satwa liar.
“Saya melihat pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian yang cukup dan mengambil langkah yang tepat. Diharapkan, dalam satu dekade ke depan populasi badak bisa meningkat,” kata Amirthara Christy Williams dalam keterangannya, Kamis (7/5).
Menurut dia, komitmen politik yang muncul saat ini menjadi momentum penting dalam sejarah konservasi Indonesia. Namun, implementasi program di lapangan tetap menjadi faktor utama keberhasilan perlindungan satwa.
“Saya rasa ini pertama kalinya kami melihat komitmen terhadap konservasi datang dari level politik tertinggi di negara ini. Kami sangat berterima kasih kepada Presiden dan Menteri keduanya telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dan meletakkan fondasi awal yang kuat,” jelas dia.
BACA JUGA
- Subsidi EV Baru Segera Meluncur, Pemerintah Prioritaskan Hilirisasi Nikel
- Menperin dan Menkeu Kaji Insentif Baru EV, Targetkan Kurangi Beban Subsidi Energi
- Saat Dunia Krisis Avtur, Emisi Jet Pribadi Orang Kaya Malah Naik
Hal serupa disampaikan Chair IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group (AsESG), Heidi S Riddle. Ia menilai saat ini menjadi momentum positif bagi penguatan konservasi gajah di Indonesia, terutama dengan adanya dukungan dari pemerintah.
“Saat ini adalah momentum yang sangat baik karena ada perhatian besar dari Menteri yang sedang menjabat, juga dari Presiden, untuk benar-benar melakukan langkah nyata dalam mendukung konservasi gajah di Indonesia,” ucap Heidi.
Heidi menambahkan, penguatan konektivitas habitat dan perlindungan kawasan menjadi fokus penting dalam upaya konservasi ke depan.
“Selain itu, upaya untuk melibatkan berbagai kelompok yang memiliki kepentingan terhadap konservasi gajah, serta membuka ruang untuk mendengarkan beragam pandangan, adalah hal yang sangat penting,” imbuh dia.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut dukungan IUCN SSC menjadi pengingat bahwa perlindungan satwa liar tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia.
“Masukan dan dukungan dari komunitas konservasi internasional seperti IUCN menjadi pengingat bahwa menjaga gajah, badak, dan habitatnya bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” sebut Raja Juli.
Dalam pertemuan tersebut, IUCN SSC juga menilai komitmen politik yang kuat, penguatan kebijakan, serta pendekatan kolaboratif menjadi fondasi penting bagi masa depan konservasi satwa di Indonesia.
IUCN SSC sendiri merupakan komisi penyelamatan spesies di bawah IUCN yang berperan dalam penilaian status spesies, pemberian rekomendasi konservasi, serta mendukung perlindungan keanekaragaman hayati global. Organisasi tersebut dikenal melalui penerbitan Daftar Merah Spesies Terancam Punah yang menjadi acuan utama status biodiversitas dunia.
