Lonjakan Penggunaan EV Pangkas Konsumsi Minyak Hingga 2,3 Juta Barel per Hari
Jakarta, sustainlifetoday.com – Lonjakan penggunaan kendaraan listrik dan plug-in hybrid mulai berdampak signifikan terhadap konsumsi minyak dunia. Riset BloombergNEF mencatat teknologi kendaraan listrik telah memangkas konsumsi minyak global sekitar 2,3 juta barel per hari sepanjang 2025.
Angka tersebut diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat pada akhir dekade seiring pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di pasar global.
Kendaraan plug-in diperkirakan mampu menghilangkan hingga 5,3 juta barel konsumsi minyak per hari pada 2030.
Seperti dikutip InsideEVs, meski laju penjualan kendaraan listrik di Amerika Serikat melambat, permintaan tetap kuat di sejumlah negara dengan ekonomi besar seperti China, Eropa, dan India.
Data Benchmark Mineral Intelligence menunjukkan penjualan kendaraan plug-in global mencapai 20,7 juta unit pada 2025 atau tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan.
Riset tersebut juga menunjukkan kendaraan listrik roda dua dan roda tiga justru memberi kontribusi lebih besar dalam mengurangi konsumsi minyak, terutama di negara berkembang Asia.
BACA JUGA
- Sejarah Hari Buruh, Perjuangan Buruh Dunia untuk Jam Kerja yang Lebih Manusiawi
- Prabowo akan Resmikan Museum Marsinah untuk Kenang Perjuangan Hak Buruh
- Prabowo Janji Pembagian Pendapatan Ojol Naik hingga 92 Persen
Segmen roda dua dan roda tiga listrik disebut mengurangi sekitar 1,1 juta barel konsumsi minyak per hari, melampaui kontribusi mobil listrik yang mengurangi sekitar 741 ribu barel per hari.
Meski demikian, dalam jangka menengah BloombergNEF memproyeksikan mobil listrik akan menjadi pendorong utama pengurangan konsumsi minyak global.
Di sisi lain, Ember memiliki estimasi yang lebih konservatif. Ember memproyeksikan penghematan konsumsi minyak sekitar 1,7 juta barel per hari pada 2025.
Walaupun lebih rendah, angka tersebut tetap setara dengan sekitar 70 persen ekspor minyak Iran melalui Selat Hormuz.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai memberi manfaat kesehatan lewat penurunan emisi polusi udara.
Sejumlah studi menunjukkan peningkatan penggunaan kendaraan listrik di wilayah seperti California dan New York berkontribusi terhadap perbaikan kualitas udara.
Dari sisi ekonomi, biaya operasional kendaraan listrik juga dinilai lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Listrik rumah tangga umumnya lebih murah dibanding bensin dalam perhitungan biaya per kilometer, sementara biaya perawatan dinilai lebih efisien dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, berdasarkan kalkulator biaya kendaraan milik US Department of Energy, Hyundai Ioniq 5 memiliki biaya tahunan lebih rendah dibanding model hybrid seperti Toyota RAV4, meski tetap bergantung pada pola penggunaan dan metode pengisian daya.
