Dorong Transisi Energi, Prabowo Targetkan Produksi Avtur dari Sawit dan Minyak Jelantah
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengembangan investasi besar-besaran pada kilang untuk mengolah kelapa sawit hingga minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat (avtur).
“Sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit dan kita punya banyak kelapa sawit, bahkan nanti avtur dari jelantah, limbah, dari sisanya minyak goreng kita bisa olah jadi avtur, dan beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini, kita akan investasi besar-besaran di bidang itu,” ujar Prabowo dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).
Prabowo menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan transisi energi hijau di Indonesia. Pemerintah, kata dia, secara bertahap mulai mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil dan karbon.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan penutupan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) melalui percepatan program elektrifikasi nasional.
BACA JUGA
- BPOM akan Terapkan Label “Nutri-Level” Demi Tekan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak
- ID Food Keluhkan Kelangkaan Plastik, Bioplastik Bisa Jadi Solusi?
- Gunung Bromo Ditutup Sementara Demi Pemulihan Ekosistem dan Kelestarian
Prabowo menyebut program elektrifikasi tersebut ditargetkan mencapai kapasitas 100 gigawatt dalam dua tahun, yang diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak secara signifikan.
Ia memperkirakan kebijakan tersebut dapat menghemat penggunaan BBM hingga 200 ribu barel per hari, di tengah kebutuhan impor minyak Indonesia yang masih mencapai sekitar 1 juta barel per hari.
“Kita jalankan program listrifikasi 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun,” ujarnya.
Pengembangan avtur berbasis bahan baku domestik seperti kelapa sawit dan minyak jelantah dinilai berpotensi menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar di sektor transportasi udara.
