Perluas Program ‘Recycle for Good’, SIG Perkuat Ekosistem Daur Ulang Kemasan di 5 Provinsi
Jakarta, sustainlifetoday.com – SIG Group bersama konsorsium mitranya, Plastic Bank, Wuppertal Institute for Climate, Environment and Energy, serta Decision Context secara resmi memperluas jangkauan program “Recycle for Good” di Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek regional “Recycle for Good – Prevent Marine Litter” yang didanai oleh ZUG atas nama Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMUV).
Setelah sebelumnya berfokus di kawasan Jabodetabek, ekspansi program kini menjangkau wilayah Jawa Barat, Surabaya dan Malang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Bali.
Langkah ini dirancang untuk memperkuat ekosistem daur ulang secara holistik melalui perbaikan rantai pemilahan, pengumpulan, dan pemrosesan sampah kemasan, sekaligus menggalang keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan industri. Hingga kini, inisiatif tersebut telah beroperasi di 389 titik yang melibatkan sekolah, komunitas, kafe, lembaga keagamaan, serta jaringan pengumpul sampah lokal.
Commercial Director Asia Pacific South, Japan and Korea SIG, Noer Wellington, menegaskan bahwa penanganan krisis sampah laut membutuhkan pembenahan infrastruktur dan kolaborasi rantai nilai (value chain) yang konkret.
“Recycle for Good – Prevent Marine Litter bertujuan membuat daur ulang lebih mudah diakses, practical, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia. Masalah sampah laut tidak dapat diatasi hanya melalui peningkatan kesadaran. Namun, diperlukan pula pemilahan yang lebih baik, jaringan pengumpulan yang lebih kuat, infrastruktur daur ulang yang mumpuni, serta partisipasi berkelanjutan dari masyarakat dan para mitra di sepanjang value chain,” ujar Noer Wellington.
Noer menambahkan bahwa pendekatan terintegrasi ini juga bertujuan meningkatkan angka pemulihan material (material recovery) bekas pakai agar kembali masuk ke industri daur ulang.
BACA JUGA
- Gelar Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Pertamina Ajak Pelajar Jakarta Jaga Lingkungan
- Resmi Raih Akreditasi Green Climate Fund, IIF Amankan Akses Pendanaan Iklim 250 Juta Dolar AS
- ParagonCorp Integrasikan ESG sebagai Pendorong Inovasi Rantai Pasok Industri Kecantikan
“Bersama para mitra, SIG berupaya memastikan lebih banyak kemasan bekas masuk ke alur pemulihan dan daur ulang yang tepat, sekaligus mendorong kebiasaan daur ulang yang dapat memberikan manfaat lingkungan dan sosial secara berkelanjutan,” katanya.
Guna menopang kapasitas pengolahan di tingkat hilir, SIG turut bekerja sama dengan Eco-Paper untuk melakukan peningkatan (upgrading) peralatan pulping pada fasilitas daur ulangnya. Peningkatan teknologi ini ditujukan untuk memaksimalkan kapasitas pemrosesan daur ulang karton minuman bekas pakai.
Secara regulasi, ekspansi program ini selaras dengan peta jalan pemerintah Indonesia terkait skema Extended Producer Responsibility (EPR), pencegahan pencemaran laut, serta percepatan ekonomi sirkular. Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara pelaksana proyek regional ini bersama Thailand dan Filipina yang akan berjalan hingga Desember 2028.
Di tingkat regional, proyek ini membidik target akumulasi pencegahan sedikitnya 10.000 ton limbah kemasan agar tidak mencemari ekosistem laut, serta melibatkan partisipasi aktif dari minimal 100.000 rumah tangga di seluruh negara peserta.
