Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bank Mandiri Terus Perkuat Aksi Iklim
Jakarta, sustainlifetoday.com – Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung aksi iklim nasional melalui penguatan pembiayaan berkelanjutan, pengurangan emisi operasional, serta pelibatan masyarakat dalam berbagai program keberlanjutan.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, and For Future” yang diadopsi Pemerintah Indonesia menjadi “Saatnya Beraksi untuk Iklim”. Tema tersebut mendorong berbagai pemangku kepentingan untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sejalan dengan semangat tersebut, Bank Mandiri menempatkan agenda iklim sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang melalui tiga pilar keberlanjutan, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking. Implementasi ketiga pilar ini diarahkan untuk mendukung target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat.
Pada aspek pembiayaan berkelanjutan, Bank Mandiri mencatat total pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp320 triliun hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, Portofolio Hijau mencapai Rp167 triliun.
Portofolio hijau tersebut disalurkan ke berbagai sektor yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, antara lain pengelolaan sumber daya alam hayati berkelanjutan sebesar Rp113 triliun, produk eco-efficient Rp15,4 triliun, energi terbarukan Rp12,2 triliun, bangunan berwawasan lingkungan Rp10,1 triliun, dan transportasi ramah lingkungan Rp10 triliun.
Di sisi operasional, Bank Mandiri juga mencatat penurunan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Sepanjang 2025, emisi operasional perusahaan pada Cakupan 1 dan Cakupan 2 tercatat sebesar 243.736 ton CO2e, turun 32 persen dibandingkan baseline tahun 2019 yang mencapai 358.753 ton CO2e.
Penurunan emisi tersebut didorong oleh berbagai inisiatif, seperti optimalisasi bangunan hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya di sejumlah kantor perusahaan.
BACA JUGA
- Ilmuwan Kembangkan Teknologi Daur Ulang Plastik Campuran yang Ramah Lingkungan
- Piala Dunia 2026 Terancam Jadi Turnamen Paling Mencemari Lingkungan dalam Sejarah
- Mangrove Langka di Kaltim Terancam Punah, BRIN Dorong Penguatan Konservasi
Selain fokus pada pembiayaan dan operasional, Bank Mandiri juga memperluas keterlibatan masyarakat dalam aksi iklim melalui sejumlah program kolaboratif.
Salah satunya adalah program Mandiri Looping for Life yang menggandeng berbagai merek lokal untuk mengolah limbah tekstil menjadi produk fesyen bernilai ekonomi. Program ini telah mengolah lebih dari 6.000 pakaian tak terpakai menjadi 2.000 produk outer, dengan dampak penghematan air mencapai 16 juta liter dan pengurangan emisi karbon sebesar 44 ton CO2e.
Bank Mandiri juga menghadirkan fitur Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri yang memungkinkan nasabah menghitung jejak karbon dan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Sepanjang 2025, sebanyak 1.292 pohon telah ditanam melalui inisiatif tersebut, setara dengan pengurangan emisi sebesar 45,32 ton CO2e.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat implementasi keberlanjutan yang telah dijalankan perusahaan.
“Bagi Bank Mandiri, Sustainabilty merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 menjadi acuan dalam keputusan operasional dan pembiayaan kami. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat semangat keberlanjutan melalui kolaborasi dengan regulator, pelaku industri, dan masyarakat,” ujar Henry.
Menurutnya, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi antara strategi bisnis dan agenda keberlanjutan guna mendukung percepatan pembiayaan hijau dan penerapan praktik berkelanjutan di seluruh lini operasional.
“Perjalanan keberlanjutan Bank Mandiri masih panjang, namun arah dan pondasinya sudah jelas. Kami akan terus mempercepat langkah melalui kolaborasi yang lebih luas untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih berkelanjutan,” tutup Henry.
