Dua Induk Badak Sumatra di SRS Way Kambas Hamil, Bayi Diperkirakan Lahir Tahun Depan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Suaka Rhino Sumatra (SRS) yang berada di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) bersiap menyambut kelahiran anggota baru. Dua induk badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), yakni Ratu dan anaknya Delilah, saat ini terkonfirmasi sedang mengandung.
Kabar melegakan tersebut diumumkan di tengah peringatan Hari Badak Sedunia 2026 yang berlangsung di Taman Safari Indonesia. Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menjelaskan bahwa keberhasilan kehamilan ganda ini merupakan hasil dari strategi jangka panjang pengelolaan kesehatan reproduksi, pemantauan individu secara intensif, dan pengembangbiakan terencana.
“Kehamilan ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” kata Ahmad, dikutip dari keterangan resmi pada Senin (5/10/2026).
Induk Ratu saat ini mengandung calon anak keempatnya dari perkawinan dengan pejantan Andalas, dengan usia kehamilan mencapai 7,9 bulan. Sementara itu, Delilah tengah mengandung calon anak keduanya bersama pejantan Harapan, dengan masa usia kandungan sekitar 8,3 bulan. Mengingat masa gestasi badak sumatra berkisar antara 15 hingga 16 bulan, kelahiran kedua bayi badak tersebut diproyeksikan terjadi pada pertengahan tahun depan.
Ahmad menambahkan, perkembangan janin serta kondisi kesehatan fisik Ratu dan Delilah berada di bawah pengawasan ketat dan pemantauan intensif tim medis, penjaga satwa (keeper), serta manajemen SRS.
BACA JUGA
- Geo Dipa Proyeksikan Permintaan Listrik Industri Hijau Melonjak Hingga 5,3 Kali
- Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Beri Sertifikasi Terapis Pijat Netra di Semarang
- Hari Batik Nasional, BNI Perkuat Akses Pasar dan Pendampingan Usaha UMKM Batik Binaan
Pengembangbiakan di SRS menerapkan metode semi in-situ, yakni menempatkan satwa di dalam lanskap habitat alaminya dengan meminimalkan interaksi manusia tanpa mengesampingkan dukungan perawatan medis modern. Program kolaborasi Kementerian Kehutanan bersama Yayasan Badak Indonesia (YABI) ini sebelumnya telah sukses melahirkan lima individu badak sumatra di SRS TNWK, yaitu Andatu (2012), Delilah (2016), Sedah Mirah (2022), Anggi (2023), dan Indra (2023).
Keberhasilan program pembiakan ini memiliki arti vital bagi kelangsungan hidup spesies yang dikategorikan Kritis (Critically Endangered) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Dengan populasi tersisa kurang dari 80 individu di alam liar, Indonesia kini menjadi benteng terakhir pertahanan populasi badak sumatra yang tersebar terbatas di Kawasan Ekosistem Gunung Leuser, TNWK, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan Kalimantan Timur.
