Hari Batik Nasional, BNI Perkuat Akses Pasar dan Pendampingan Usaha UMKM Batik Binaan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pelestarian batik sebagai warisan budaya bernilai tinggi perlu berjalan selaras dengan penguatan fondasi bisnis para perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, hingga perluasan rantai pasok pasar menjadi variabel kunci menjaga keberlanjutan industri kreatif berbasis kearifan lokal tersebut.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat komitmen pemberdayaan ini dengan memberikan dukungan komprehensif bagi perajin dan UMKM batik serta kriya dari berbagai pelosok daerah melalui program pelatihan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi akses pasar skala nasional dan global.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menekankan bahwa aspek keberlanjutan ekosistem batik sangat bergantung pada kemandirian ekonomi para pelaku usaha yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor ini.
“Bagi BNI, batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak perajin dan pelaku UMKM. Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan keberlanjutan para pelakunya,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
Okki menambahkan, BNI mengintegrasikan perlindungan budaya dengan penguatan kewirausahaan berkelanjutan agar produk UMKM memiliki daya saing yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
BACA JUGA
- Masuk Fase Kedua Hilirisasi, Pemerintah Targetkan Ekosistem Baterai EV dan BESS Hingga 2040
- Hotspot Karhutla Jadi 893 Titik, Kemenhut Intensifkan Operasi Udara dan Evakuasi Satwa
- Dukung Armada Listrik GrabCar Plus, Superbank Salurkan Pembiayaan 200 Unit EV
salah satu wujud konkret dukungan tersebut dihadirkan lewat ajang Puspa Nuswantara 2026 di Jakarta pada Juli lalu, di mana BNI memfasilitasi UMKM binaan untuk memamerkan dan memperluas jangkauan pasar produk batik serta kriya daerah. Selain pembukaan akses komersial, pendampingan BNI difokuskan pada penerapan praktik bisnis berkelanjutan dan inovasi desain.
“Pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga bagaimana memastikan para pelaku di dalamnya dapat terus berkembang. Karena itu, kami berupaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan produk, dan perluasan pasar,” kata Okki.
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN Danantara Indonesia, BNI juga menerapkan kebijakan internal dengan mewajibkan penggunaan busana kerja batik bagi seluruh pegawai dua kali dalam sepekan guna memperkuat konsumsi batik di lingkungan profesional.
Momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober ini diharapkan menjadi pijakan bersama dalam mengakselerasi kapasitas UMKM batik agar mampu menembus pasar domestik maupun mancanegara secara berkelanjutan.
